Jakarta (ANTARA) - Aktivitas treking semakin populer di kalangan masyarakat perkotaan sebagai salah satu pilihan olahraga sekaligus sarana rekreasi di alam terbuka. Selain membantu menjaga kebugaran tubuh, treking juga menjadi cara yang efektif untuk melepas penat setelah menjalani rutinitas pekerjaan di kota.
Bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya, menikmati jalur treking tidak harus menempuh perjalanan yang jauh. Kabupaten Bogor, khususnya kawasan Sentul, Cibodas, hingga Pamijahan, menawarkan beragam destinasi treking dengan karakter jalur yang berbeda-beda, mulai dari rute yang ramah bagi pemula hingga lintasan yang cukup menantang bagi pencinta petualangan.
Selain menyuguhkan udara yang lebih sejuk, sebagian besar jalur treking di kawasan ini juga menyajikan panorama hutan, perbukitan, sungai, hingga air terjun yang masih alami.
Berikut 10 rekomendasi tempat treking yang dekat dari Jakarta.
1. Curug Hordeng
Curug Hordeng menjadi salah satu destinasi treking favorit di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor. Lokasinya yang relatif dekat dari Jakarta, Bekasi, maupun Depok membuat air terjun ini kerap menjadi tujuan wisata akhir pekan.
Untuk mencapai Curug Hordeng, pengunjung harus berjalan kaki sekitar 30 hingga 40 menit melewati jalur treking yang cukup menantang. Perjalanan tersebut menawarkan pemandangan hutan dan aliran sungai yang masih alami sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi pencinta wisata alam.
Baca juga: Waktu terbaik mendaki Gunung Rinjani: Panduan lengkap musim dan cuaca
2. Curug Kembar
Tidak jauh dari Curug Hordeng terdapat Curug Kembar yang dapat dijangkau dengan berjalan kaki melalui jalur setapak dan menyeberangi sebuah telaga.
Sesuai namanya, Curug Kembar memiliki dua aliran air terjun yang dipisahkan oleh sebuah batu besar. Air terjun dengan ketinggian yang relatif rendah tersebut dikelilingi bebatuan alami sehingga menghadirkan panorama yang menarik untuk dinikmati maupun diabadikan.
3. Curug Ciburial
Perjalanan treking dapat dilanjutkan menuju Curug Ciburial yang memiliki medan lebih menantang dengan tanjakan dan turunan yang cukup curam.
Sesampainya di lokasi, pengunjung akan disambut air terjun dengan air berwarna biru jernih yang menjadi ciri khas Curug Ciburial. Meski demikian, pengunjung tidak disarankan berenang karena kedalaman sungai di kawasan ini mencapai sekitar empat hingga lima meter.
4. Bukit Paniisan
Bagi pencinta treking yang ingin mencoba jalur lebih panjang, Bukit Paniisan dapat menjadi pilihan. Bukit yang berada di kawasan Gunung Pancar, Sentul, ini memiliki ketinggian sekitar 846 meter di atas permukaan laut.
Dari puncaknya, pengunjung dapat menikmati panorama perbukitan hijau, hamparan pepohonan, serta udara yang sejuk. Di beberapa titik juga tersedia area untuk beristirahat sehingga wisatawan dapat menikmati suasana alam dengan lebih nyaman sebelum melanjutkan perjalanan.
5. Bukit Daolong
Bukit Daolong berada di Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Jalur treking menuju bukit ini didominasi jalan setapak yang menanjak secara bertahap melewati kawasan hutan dan perkebunan.
Sesampainya di puncak, pengunjung akan disuguhi panorama lembah Sentul yang membentang luas. Jalur menuju Bukit Daolong juga relatif ramah bagi keluarga sehingga dapat menjadi pilihan aktivitas luar ruang bersama anak-anak.
6. Curug Cibereum
Curug Cibereum yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango merupakan salah satu jalur treking yang cukup populer bagi pemula.
Rute menuju air terjun dapat ditempuh melalui jalur Cibodas dengan medan yang relatif mudah dilalui. Selama perjalanan, pengunjung juga dapat menikmati pemandangan Telaga Biru yang menjadi salah satu ikon wisata di kawasan tersebut.
7. Goa Garunggang
Goa Garunggang terletak di Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Destinasi ini dapat dicapai melalui jalur treking dari kawasan Hutan Hujan Sentul.
Keunikan Goa Garunggang terletak pada formasi batuannya yang menyerupai tebing-tebing sempit seperti Grand Canyon. Susunan batu yang unik tersebut menjadi daya tarik utama sekaligus lokasi favorit bagi wisatawan untuk berfoto.
Baca juga: 7 tips mendaki Gunung Rinjani: Nyaman dan aman bagi pemula
8. Curug Cibingbin
Curug Cibingbin menawarkan pengalaman treking dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi dibandingkan beberapa destinasi lainnya di kawasan Sentul.
Perjalanan menuju lokasi memerlukan waktu sekitar dua jam melalui jalur perbukitan. Setelah mencapai kawasan dengan ketinggian sekitar 846 meter di atas permukaan laut, pengunjung dapat menikmati panorama alam yang luas serta suasana yang masih sangat alami.
9. Curug Leuwi Hejo dan Leuwi Lieuk
Bagi wisatawan yang telah terbiasa melakukan treking, kawasan Curug Leuwi Hejo, Curug Barong, dan Leuwi Lieuk menawarkan jalur dengan tingkat kesulitan menengah.
Rute treking memiliki panjang sekitar empat hingga lima kilometer dengan waktu tempuh sekitar tiga hingga empat jam. Sepanjang perjalanan, pengunjung akan melewati sungai, bebatuan, dan hutan sebelum tiba di Curug Leuwi Hejo yang terkenal dengan airnya yang jernih berwarna kehijauan. Dari lokasi tersebut, perjalanan dapat dilanjutkan menuju Curug Barong dan Leuwi Lieuk yang berada tidak jauh satu sama lain.
10. Curug Cikawah
Curug Cikawah berada di kawasan kaki Gunung Salak, tepatnya di wilayah Pamijahan, Kabupaten Bogor. Lokasinya yang cukup terpencil membuat pengunjung harus menempuh perjalanan lebih lama dibandingkan destinasi trekking lainnya.
Meski demikian, keindahan alam yang ditawarkan menjadi daya tarik utama. Curug Cikawah dikenal memiliki dua sumber mata air yang unik, yakni air panas dan air dingin yang mengalir di kawasan yang sama. Keunikan tersebut membuat destinasi ini tetap ramai dikunjungi wisatawan yang ingin menikmati pengalaman treking sekaligus panorama alam yang masih asri.
Bagi masyarakat yang ingin menikmati aktivitas luar ruang tanpa harus bepergian jauh dari Jakarta, berbagai destinasi treking di Bogor dapat menjadi pilihan. Selain menawarkan pemandangan alam yang indah, jalur-jalur tersebut juga memiliki tingkat kesulitan yang beragam sehingga dapat disesuaikan dengan kemampuan dan pengalaman masing-masing pengunjung.
Baca juga: BPBD Lumajang ingatkan warga tetap waspada saat aktivitas Semeru naik
Baca juga: Populasi bekantan di Gunung Kentawan naik jadi 102 ekor
Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.