Ini sangat berpotensi dikembangkan menjadi daerah pariwisata, tetapi dengan tetap menjaga kelestarian pesisir pantai dan kebersihannya

Bitung (ANTARA) - PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) memadukan edukasi lingkungan pesisir dengan aksi bersih Pantai Tangkoko kepada siswa sekolah dasar di Kota Bitung, Sulawesi Utara, untuk menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap ekosistem pesisir yang turut menopang potensi pariwisata daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT Pertamina Trans Kontinental Eko Cahyadi mengatakan edukasi ditambahkan agar kegiatan tidak berhenti pada pengangkutan sampah, tetapi turut mendorong perubahan perilaku masyarakat sejak usia sekolah.

"Hari ini kita melakukan kegiatan Coastal Cleanup yang tujuannya menjaga kelestarian pantai sekaligus memberikan edukasi kepada adik-adik bahwa kelestarian lingkungan itu penting bagi keberlanjutan hidup dan keberlanjutan bisnis," kata Eko dalam kegiatan Coastal Education di Pantai Tangkoko, Bitung, Sabtu.

Berbeda dengan pelaksanaan pada sepanjang tiga tahun sebelumnya yang berfokus pada aksi bersih pantai, tahun ini PTK menambahkan kegiatan Coastal Education atau materi pembelajaran kepada siswa dan siswi mengenai ekosistem pesisir, pengelolaan sampah, dan dampak sampah plastik terhadap kehidupan laut.

Materi pembelajaran yang disampaikan organisasi konservasi lingkungan kelautan Sea Soldier mengenalkan posisi kawasan Sulawesi Utara dalam wilayah Segitiga Terumbu Karang atau Coral Triangle serta pentingnya membiasakan pemilahan sampah sejak dini.

Kegiatan tersebut melibatkan siswa sekolah dasar di sekitar kawasan Tangkoko, masyarakat, Pemerintah Kota Bitung, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Bitung, komunitas lingkungan, serta sejumlah entitas Pertamina Group.

Eko mengatakan Pantai Tangkoko dipilih karena memiliki nilai ekologis sekaligus potensi pariwisata, serta berada tidak jauh dari wilayah operasional Pertamina di Integrated Terminal Bitung.

Menurut dia, kebersihan dan kelestarian pesisir dapat memperkuat daya tarik kawasan wisata sehingga memberikan efek berganda bagi kegiatan ekonomi masyarakat sekitar.

Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) Eko Cahyadi (tengah) menyampaikan keterangan kepada wartawan di sela kegiatan Coastal Education dan Coastal Clean Up di Pantai Tangkoko, Bitung, Sulawesi Utara, Sabtu (19/7/2026). (ANTARA/Aria Ananda)

"Pantainya begitu indah. Wilayah Bitung memiliki gunung dan pesisir yang lengkap. Ini sangat berpotensi dikembangkan menjadi daerah pariwisata, tetapi dengan tetap menjaga kelestarian pesisir pantai dan kebersihannya," ujarnya.

Setelah mengikuti sesi edukasi, para peserta melakukan aksi bersih pantai sebagai penerapan materi mengenai pengelolaan sampah dan perlindungan ekosistem pesisir.

PTK juga menyerahkan buku edukasi maritim, alat tulis, dan sarana pemilahan sampah kepada sekolah peserta untuk mendukung pembiasaan perilaku ramah lingkungan.

Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bitung Audy Lengkong mengatakan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat diperlukan untuk menjaga kawasan pesisir di tengah keterbatasan sumber daya pengelolaan lingkungan.

Menurut dia, kebersihan Pantai Tangkoko penting dipertahankan karena kawasan tersebut memiliki daya tarik wisata sekaligus menjadi lokasi penelitian yang dikunjungi peneliti dari dalam dan luar negeri.

"Pemerintah juga mendorong supaya kebersihan pantai di wilayah ini menjadi hal yang sangat penting dalam rangka meningkatkan kontribusi terhadap masyarakat, baik ekonomi maupun pariwisata di wilayah ini," ungkap Audy.

Upaya pelestarian kawasan pesisir tersebut sejalan dengan program pemerintah dalam memperkuat pengelolaan sampah dan mengurangi peningkatan sampah ke laut.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjalankan program Laut Sehat Bebas Sampah (Laut Sebasah) dengan target pengurangan bertahap sampah laut hingga 50 persen pada 2029 melalui pendekatan dari hulu hingga hilir, mulai dari sungai, pesisir, pelabuhan, pulau-pulau kecil, hingga aktivitas kapal.

Program di Tangkoko merupakan kelanjutan kegiatan Coastal Clean Up PTK yang sebelumnya dilaksanakan di Semarang pada 2023, Kulon Progo pada 2024, dan Cilacap pada 2025.

Berdasarkan data PTK, rangkaian kegiatan sepanjang 2023–2025 telah mengumpulkan 37,82 ton sampah dengan melibatkan lebih dari 3.972 peserta serta menghasilkan potensi pengurangan emisi sebesar 31,4 ton karbon dioksida ekuivalen (CO2e).

Baca juga: Gelar Goes to Campus, PTK perkuat bisnis maritim dan cetak pemimpin

Baca juga: PTK sukses kawal kapal penumpang legendaris KMP Umsini

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.