Kami akan terus berupaya memastikan masyarakat yang terdampak kekeringan tetap memperoleh akses terhadap air bersih
Jakarta (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) mengatakan pada 24 Juni-17 Juli 2026, pihaknya telah menyalurkan 250 ribu liter air bersih kepada 17.490 warga di Kecamatan Cibarusah dan Kecamatan Bojongmangu, Bekasi, guna mengatasi dampak kekeringan.
Ketua PMI Kabupaten Bekasi Akhmad Kosasih di Jakarta, Sabtu, mengatakan hari ini pihaknya menyalurkan 20.000 liter air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan di Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah.
Air bersih yang bersumber dari PDAM Tirta Bhagasasi tersebut didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan warga di empat hingga lima kampung yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih selama musim kemarau.
"Kami akan terus berupaya memastikan masyarakat yang terdampak kekeringan tetap memperoleh akses terhadap air bersih," ujarnya.
Baca juga: PMI libatkan masjid - gereja distribusikan bantuan nasional air bersih
Mengutip data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, terdapat tiga kecamatan yang terdampak kekeringan yaitu Kecamatan Bojongmangu, Kecamatan Cibarusah, dan Kecamatan Cikarang Pusat, dengan total 2.416 Kepala Keluarga (KK) terdampak.
Hingga saat ini telah terdapat 20 titik distribusi air bersih berdasarkan permintaan masyarakat dan pemerintah desa. Lokasi distribusi antara lain berada di Desa Ridogalih (Kecamatan Cibarusah), Desa Nagasari (Kecamatan Serang Baru), serta Desa Sukamukti, Desa Sukabungah, Desa Medal Krisna, dan Desa Karang Indah (Kecamatan Bojongmangu).
Distribusi air bersih ini berdasarkan Keputusan Bupati Bekasi Nomor 100.3.3.2/Kep.477-BPBD/2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta hasil koordinasi bersama BPBD Kabupaten Bekasi dan para pemangku kepentingan lainnya.
Baca juga: BPBD Bekasi bersama PMI salurkan bantuan air bersih
Pihaknya akan terus bersiaga memberikan layanan distribusi air bersih selama masa Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan yang berlaku hingga 30 September 2026.
"PMI juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara hemat. Warga yang mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih diharapkan segera melapor kepada pemerintah desa atau BPBD agar dapat dilakukan asesmen dan penyaluran bantuan secara cepat," katanya.
Kepala Markas PMI Kabupaten Bekasi Meyliany menjelaskan Desa Ridogalih menjadi salah satu wilayah prioritas karena hampir setiap tahun mengalami krisis air bersih saat musim kemarau.
“Kondisi ini dipengaruhi oleh curah hujan yang rendah, cadangan air tanah yang terbatas, karakteristik tanah yang sulit menyimpan air, serta belum meratanya jaringan perpipaan air bersih. Wilayah Kecamatan Bojongmangu juga menghadapi tantangan serupa akibat kondisi geografis yang menyebabkan ketersediaan air tanah menurun saat musim kemarau,” katanya.
Baca juga: BMKG siapkan operasi modifikasi cuaca antisipasi kekeringan di Jawa
Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.