Namun, bagaimana jika Trump bersikap datar kepada kedua tim? Bisa jadi dia sedang berusaha menyembunyikan perasaannya, sesuatu yang, bagi orang seperti Trump, mustahil bisa melakukannya.
Jakarta (ANTARA) - Lupakan dulu rivalitas lapangan antara Lionel Messi cs dan Rodri cs, atau adu taktik antara pelatih Spanyol Luis de la Fuente dan pelatih Argentina Lionel Scaloni.
Mari kita tengok barang sejenak apa yang akan terjadi pada Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez jika keduanya hadir di stadion guna menyaksikan pertandingan final Piala Dunia 2026 di Eest Rutherford, Amerika Serikat, Senin (20/7) pukul 02.00 WIB.
Gedung Putih sudah memastikan Trump akan menghadiri pertandingan final Piala Dunia 2026.
Presiden FIFA Gianni Infantino juga sudah menegaskan Trump akan menyerahkan trofi Piala Dunia kepada pemenang laga final di New Jersey New York Stadium itu.
"Ya, semoga kami bisa bersama-sama menyerahkan trofi juara pada final nanti," kata Infantino kepada media Swiss, Blue Sport, pekan ini.
Pedro Sanchez juga sudah menyatakan akan hadir, bersama anggota keluarga kerajaan Spanyol.
Mereka mungkin akan duduk berdampingan dengan Infantino dan Trump di tribun VVIP.
Ini skenario yang akan membuat Trump kikuk.
Mungkin tak ada dalam bayangan dia duduk berdampingan dengan pemimpin yang dia anggap angin lalu karena kerap berseberangan dengan Amerika Serikat.
Pada era kedua pemimpin ini pula, hubungan Amerika Serikat dan Spanyol menjadi tegang dan bertolak belakang, di antaranya menyangkut Palestina. Sanchez mendukung Palestina, sedangkan Trump pendukung setia Israel.
Sanchez yang sosialis kerap mengkritik kebijakan luar negeri Trump, khususnya perang AS-Israel terhadap Iran. Dia menolak permintaan Trump agar wilayah Spanyol menjadi pangkalan dan tempat transit untuk menyerang Iran.
Pemerintah Sanchez juga menolak seruan Trump agar menaikkan anggaran pertahanan sampai 5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) negara itu, padahal sebagian besar negara-negara NATO yang lain tunduk menuruti permintaan Trump itu.
Sikap bandel Spanyol ini sampai membuat Trump mengancam memutuskan hubungan dagang dengan Spanyol karena menganggap sia-sia berhubungan dengan negara di Semenanjung Iberia ini.
Karena dinamika politik itu semua, menjadi unik jika Sanchez dan Trump duduk berdampingan, apalagi dalam berbagai pertemuan multilateral kedua pemimpin sering tidak bertegur sapa, dan saling tidak peduli.
Baca juga: Presiden AS, PM Kanada, Presiden Meksiko hadiri final Piala Dunia 2026
Baca juga: FIFA: Trump ikut serahkan trofi juara di final Piala Dunia 2026
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.