Dari ruang-ruang sekolah itulah, semangat menjaga kebersihan diharapkan meluas ke ruang publik dan lingkungan tempat tinggal.
Yogyakarta (ANTARA) - Tawa dan canda bersahutan, sementara ekspresi penuh semangat terpancar dari wajah para pelajar Kota Yogyakarta yang memadati kawasan sekolah dan trotoar di sepanjang Jalan Cik Di Tiro, Terban, Kecamatan Gondokusuman.
Dengan sapu dan serok di tangan, para pelajar putra-putri dari jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA memunguti sampah yang berserakan di trotoar, saluran air, serta fasilitas publik di tepi jalan utama Kota Yogyakarta.
Didampingi guru, organisasi kepemudaan, dan masyarakat, mereka mengikuti Gerakan Reresik Sekolah, aksi bersama untuk membersihkan lingkungan sekolah dan sekitarnya agar tetap bersih, nyaman, dan enak dipandang.
Kegiatan itu berlangsung pada Jumat pagi (17/6), yang menjadi hari terakhir pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 di seluruh satuan pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMA di Kota Yogyakarta.
Menurut data Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Yogyakarta, setidaknya terdapat 11 sekolah atau satuan pendidikan di kawasan jalan protokol strategis tersebut, yang menjadi salah satu pusat pendidikan, kesehatan, dan perbankan di jantung Kota Yogyakarta.
Karena itu, para siswa dari jenjang TK hingga SMA di kawasan tersebut dikerahkan untuk mengikuti Gerakan Reresik Sekolah pada pagi hari, sebelum melanjutkan kegiatan MPLS hari terakhir di sekolah masing-masing.
Kawasan itu dipilih Pemerintah Kota Yogyakarta karena berada di pusat aktivitas kota dan membentang dari kawasan yang berbatasan dengan Kabupaten Sleman, di sekitar Bundaran Universitas Gadjah Mada (UGM) di sisi utara, hingga Simpang Empat Gramedia di sisi selatan.
"Kebetulan untuk seremoni kami mengambil lokasi di SMP Negeri 1 Yogyakarta jalan Cik Di Tiro Nomor 29, di kanan kiri atau timur dan barat penggal jalan yang radiusnya 800 meter terdapat ada 11 sekolah yang ada di lokasi itu," kata Tim Kerja Pembinaan Kepemudaan Dinas Dikpora Yogyakarta Mugi Suyatno.
MPLS tahun ajaran 2026/2027 di Kota Yogyakarta dilaksanakan serentak di seluruh jenjang pendidikan mulai Senin (13/7) hingga Jumat (17/7), sebelum para siswa baru memulai kegiatan pembelajaran efektif pada Senin (20/7).
Pembukaan MPLS di Yogyakarta pada 13 Juli dilakukan oleh Wali Kota Hasto Wardoyo di SMP Negeri 10 Yogyakarta, sementara rangkaian kegiatan tersebut ditutup oleh Wakil Wali Kota Wawan Harmawan di SMP Negeri 1 Yogyakarta.
Dengan demikian, Gerakan Reresik Sekolah yang dipimpin Wakil Wali Kota dan dipusatkan di Jalan Cik Di Tiro menjadi penutup rangkaian MPLS di seluruh satuan pendidikan dari berbagai jenjang.
"Nah, tentu kegiatan itu juga menjadi penguatan kegiatan Pemerintah Kota Yogyakarta agar Yogyakarta berhati nyaman, mensukseskan dan mendukung Gerakan Indonesia ASRI (Aman Sehat, Resik dan Indah)," kata Mugi Suyatno.
Baca juga: Dirjen Adwil: Gerakan Indonesia ASRI harus jadi gerakan nyata
Editor: Dadan Ramdani
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.