Palembang (ANTARA) - Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (TVRI) Sumatera Selatan melibatkan sebanyak 18 pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) pada kegiatan Nonton Bareng (Nobar) Piala Dunia 2026.

"Nobar pertandingan antara Prancis melawan Inggris untuk memperebutkan juara tiga Piala Dunia 2026 pada Minggu (19/7) pukul 04.00 WIB, kami melibatkan 18 UMKM yang turut berpartisipasi atau bertambah 11 UMKM dari sebelumnya," kata Kepala TVRI Sumsel Eflianty Analisa di Palembang, Minggu.

Dia mengatakan, nobar yang digelar di Halaman TVRI Sumsel di Jalan Pom IX Kampus Palembang tersebut melibatkan belasan UMKM yang turut berpartisipasi memanjakan para penonton dengan beraneka ragam jajanan.

"Seperti biasa para pelaku UMKM ini tidak dipungut biaya. Mereka bebas berjualan sampai babak final Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Spanyol pada Senin (20/7)," katanya.

Menurutnya, kehadiran UMKM ini untuk meramaikan nobar sekaligus menggerakkan ekonomi kerakyatan dan memperkuat kebersamaan masyarakat.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang menyaksikan pertandingan sepak bola dunia secara bersama-sama, tetapi juga dirancang sebagai ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pelibatan pelaku UMKM.

Dalam nobar tersebut, pihaknya juga menyiapkan tiga layar terdiri atas video Tron LID 2,5 x 4 meter, layar proyektor dan layar tv yang ditempatkan di beberapa sudut halaman taman TVRI Sumsel.

Bahkan, selama kegiatan berlangsung pihaknya menyiapkan door prize berupa sembako melalui kuis bagi penonton yang beruntung.

"Alhamdulillah jumlah penonton malam ini tembus lebih dari 1.000 orang. Untuk final malam ini antusias masyarakat yang nobar diperkirakan akan lebih banyak," ujarnya.

Baca juga: Pemkab Jember sediakan "doorprize" sepeda motor pada nobar Piala Dunia

Baca juga: Ada lebih dari 120 titik nonton bareng final Piala Dunia di Bengkulu

Baca juga: TNI gelar nobar piala dunia di 1.500 titik seluruh Indonesia

Pewarta: Edo Purmana
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.