Keberhasilan IKN tidak hanya diukur dari seberapa banyak gedung yang berdiri, melainkan seberapa besar pertumbuhan ekonomi yang dihasilkannya

Samarinda (ANTARA) - Deretan menara dan bangunan mulai menjulang di jantung Kalimantan Timur. Kawasan yang dulu berupa perkebunan dan hutan yang sunyi itu, kini dipenuhi suara alat berat dan langkah pekerja di kawasan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

IKN bukan sekadar kumpulan gedung yang sedang tumbuh. Tapi merupakan denyut nadi yang mulai merambat, mengalirkan kehidupan baru ke setiap sudut tanah yang disentuhnya.

Perkembangan pembangunan di sana terus menjalin ikatan tak terputus antara wilayah inti dan daerah penyangga, antara rencana besar dan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pertengahan Juli 2026, PT Star Bright International Investment, perusahaan penanaman modal asing pertama memulai pembangunan fisik. Perusahaan itu resmi meletakkan fondasi proyek kawasan terpadu senilai Rp1,25 triliun di Sub Wilayah Pengembangan 1B Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.

Di lahan seluas 15.501 meter persegi yang terletak persis di jantung kawasan pemerintahan, proyek yang dikerjasamakan dengan mitra asal Tiongkok ini akan menghadirkan hunian, tempat usaha, dan ruang kerja yang dirancang sejalan dengan prinsip kelestarian alam Nusantara.

Apartemen dengan beragam ukuran unit, restoran yang menyajikan keragaman rasa, area ritel yang hidup, serta ruang terbuka hijau yang menyejukkan, disusun menjadi satu kesatuan yang tak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal atau beraktivitas, melainkan juga cerminan wajah kota baru yang ramah dan berkelanjutan.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menegaskan betapa istimewa lokasi ini, tempat yang menjadikan pandangan mata dapat langsung menyentuh siluet Istana Negara serta kawasan yudikatif dan legislatif yang sedang dibangun dengan penuh kesungguhan.

Seluruhnya direncanakan rampung pada tahun 2028, sebagai bukti kuatnya tekad dalam membangun wajah baru negara dari tanah sendiri.

Optimisme serupa turut disampaikan Direktur Utama PT Star Bright International Investment, Lu Keming. Pengusaha asal Tiongkok ini melihat potensi luar biasa pada sebuah kota yang dibangun dari nol, tanpa terbebani warisan masa lalu yang menghambat.

Pengalaman dia menyaksikan lahirnya kota-kota besar membuatnya yakin bahwa Nusantara akan tumbuh menjadi permata yang indah, sehingga pihaknya pun berniat memperluas langkah ke sektor perhotelan dan kepariwisataan.

Lebih dari sekadar keuntungan bisnis, proyek ini membawa pesan kebersamaan, kontraktor lokal Kalimantan Timur turut dilibatkan dalam setiap tahapan pembangunan, sebagai wujud nyata kehadiran modal asing untuk memberdayakan potensi yang sudah ada di tanah ini.

Kehadiran investor asal Korea Selatan yang bersiap mengembangkan apartemen dan hotel di kawasan yang sama, serta deretan delegasi bisnis dari berbagai kota di Tiongkok yang turut menyaksikan momen itu, menjadi bukti nyata bahwa kepercayaan dunia internasional terhadap Nusantara bukan sekadar harapan, melainkan kenyataan yang mulai terwujud.

IKN suburi mitra

Editor: Sapto Heru Purnomojoyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.