Medan, Sumut (ANTARA) - Ratusan warga Kota Medan, Sumut, memadati kawasan Posbloc Medan untuk nonton bareng Final Piala Dunia 2026 bersama Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid di Medan, Senin.

Masyarakat yang hadir dalam perhelatan sepak bola internasional tersebut antusias hadir dengan atribut kedua negara yang bertanding yakni Argentina dan Spanyol.

Masyarakat terpantau memadati area tersebut lima jam sebelum kick of Final Piala Dunia 2026 dimulai.

Menteri Komunikasi dan Digtal Meutya Hafid mengapresiasi antusias masyarakat yang telah meluangkan waktunya untuk nonton bareng Final Piala Dunia 2026.

Ia mengatakan kegiatan tersebut merupakan Festival Rakyat Bola Gembira yang digelar LPP TVRI selaku official boardcaster FIFA.

"Terima kasih juga kepada Wali Kota Medan yang hadir di tengah masyarakat," kata dia.

Menteri mengatakan kegiatan nonton bareng merupakan salah satu upaya pemerintah menghadirkan hiburan bagi masyarakat melalui siaran sepak bola.

Meutya mengatakan Piala Dunia 2026 menjadi kebanggaan Indonesia setelah TVRI kembali menjadi official boardcaster setelah 24 tahun.

"Piala Dunia ini berkat Bapak Presiden Prabowo Subianto. Niatan beliau untuk memberikan sungguhan hiburan bagi masyarakat Indonesia di manapun berada," sebut dia.

Ia mengatakan perhelatan sepak bola dunia mengajarkan masyarakat untuk belajar sportivitas, arti perjuangan serta meningkatkan rasa persatuan.

"Itu pesan Bapak Presiden. Perhelatan ini yang paling peting kegembiraan, keceriaan dan rasa persatuan," jelas dia.

Menteri yang sebelumnya menghadiri acara nonton bareng Final Dunia 2026 di Kecamatan Medan Labuhan mengajak masyarakat untuk mendoakan TVRI menjadi oficial boardcaster di Piala Dunia mendatang.

"Terima kasih semuanya yang telah hadir di nonton bareng Final Dunia 2026," ujarnya.

Baca juga: Rahayu Saraswati ramaikan nobar final Piala Dunia di ANTARA

Baca juga: ANTARA gelar nobar final Piala Dunia 2026 di Jakarta

Baca juga: ANTARA libatkan UMKM lokal dalam nobar final Piala Dunia di Sebatik

Pewarta: Anggi Luthfi Panggabean
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.