Istanbul (ANTARA) - Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Senin dini hari menyatakan dua tanker minyak, yang berusaha melintasi "jalur tak aman" di sebelah selatan Selat Hormuz, meledak dan tidak dapat melanjutkan pelayarannya.
IRGC menyatakan dua kapal itu berusaha melintasi jalur rute itu di bawah "tekanan dan paksaan" dari militer Amerika Serikat.
Dalam pernyataan tersebut, Iran pun kembali memperingatkan bahwa selama "agresi AS terus berlanjut di kawasan tersebut, maka jalur itu tidak akan aman untuk pengiriman pupuk, minyak, atau gas.
Oleh karena itu, lanjut IRGC, militer AS harus bersiap menghadapi pembalasan atas tindakan ilegal dan melanggar hukum itu.
Baca juga: Iran: Peluang damai 10 persen tetap layak diperjuangkan
Sebelumnya, Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) menyatakan pihak militer telah melaporkan adanya kapal yang terbakar sekitar delapan mil laut di barat laut Kumzar, Oman, dan penyebab kebakaran tersebut belum diverifikasi.
Ketegangan regional semakin memanas sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada Februari lalu. Iran pun membalas dengan serangan drone dan rudal dengan menargetkan negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah aset-aset milik AS.
AS dan Iran sempat menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri konflik dan mencapai perdamaian jangka panjang.
Namun, ketegangan kembali meningkat pekan lalu akibat sengketa di Selat Hormuz hingga memicu aksi saling serang antara kedua negara.
Sumber: Anadolu
Baca juga: AS serang Iran lagi, Trump: Balasan atas terbunuhnya personel AS
Baca juga: Iran ancam balas AS atas serangan di PLTN Darkhovin
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.