Washington (ANTARA) - Amerika Serikat sedang bersiap melakukan serangan militer berskala besar ke Iran, dengan meningkatkan kehadiran militernya di Timur Tengah, menurut laporan The Washington Post mengutip seorang pejabat AS.

Kemudian, menurut laporan Wall Street Journal, Minggu (19/7), AS sedang mengerahkan lagi pesawat tempur dan pesawat pengisi bahan bakar tambahan dari Eropa ke Timur Tengah.

"AS sedang merencanakan perang yang lebih luas," kata seorang pejabat AS yang mengetahui diskusi internal pemerintahan Trump.

Namun, kemampuan AS untuk melakukan aksi militer berskala besar itu dibatasi oleh menipisnya persediaan amunisi, demikian kata sumber surat kabar tersebut.

Baca juga: Dua tanker meledak di Selat Hormuz, Iran tuding AS paksa melintas

Sebelumnya, Komando Pusat AS (CENTCOM) melaporkan tewasnya dua tentara AS di Yordania. Beberapa jenazah tak dikenal kemudian ditemukan di sana. Seorang tentara juga tewas di Irak akibat terkena serangan drone Iran.

AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman pada 18 Juni untuk mengakhiri konflik yang berlangsung sejak 28 Februari.

Namun, Washington kembali melancarkan serangan ke Iran pada 8 Juli dengan alasan merespons tindakan Iran terhadap pelayaran komersial di Selat Hormuz.

Iran menyatakan serangan itu melanggar kesepakatan dan melancarkan serangan balasan ke pangkalan-pangkalan milik AS di Timur Tengah.

Sumber: Sputnik

Baca juga: AS kirim 14 pesawat pengisi bahan bakar ke Israel

Baca juga: Iran: Peluang damai 10 persen tetap layak diperjuangkan

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.