Denpasar (ANTARA) - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sedang menyusun kembali pola perjalanan wisata 4B atau Banyuwangi, Bali Utara, Bali Barat, dan Bali Timur.

“Untuk program 4B, saat ini kami tengah memperbaharui pola perjalanannya agar penyebaran wisatawan lebih bisa didorong,” ucap Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.

Ia dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Wilayah Bali di Denpasar, Senin, mengatakan pola perjalanan wisata ini penting untuk pemerataan wisatawan yang selama ini bertumpu di perkotaan Bali.

“Kondisi kepadatan karena 70 persen wisatawan saat ini berpusat di Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan), kita membutuhkan penyebaran daya tarik wisata agar wisatawan turut menyebar,” ujarnya.

Baca juga: Menko AHY petakan peran lembaga dalam mendukung pembangunan Bali

Sebelumnya, Kemenpar fokus pada 3B, namun dalam pola terbaru nanti akan masuk daerah Karangasem yang terletak di Bali Timur.

Pola perjalanan tersebut adalah pemetaan rute wisata secara berkelanjutan dimulai dari titik masuk wisatawan.

“Mereka diarahkan ke daya tarik wisata mana saja, menginap di mana saja, dan kegiatannya. Jadi dalam 4B, misalnya dari Banyuwangi, menyeberang ke Gilimanuk, mengarah ke Kerthi Bali Semesta Park di Jembrana, atau ke Bali Utara seperti Pemuteran dan Lovina dan kemudian desa wisata di utara ada Desa Les, dan menuju tempat menyelam Tulamben atau Amed di Bali Timur,” tutur Menpar.

Menpar Widiyanti memahami Pemprov Bali sudah bekerja keras melakukan diversifikasi daya tarik wisata dengan beberapa pembangunan.

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.