Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 54 kepala keluarga (KK) yang menempati 31 unit bangunan di kawasan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat akan terdampak relokasi untuk pembangunan rumah pompa sebagai upaya penanganan banjir.
Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah mengatakan pihaknya telah melakukan sosialisasi secara bertahap terkait pematangan rencana relokasi.
"Berdasarkan hasil verifikasi terbaru yang dilakukan Kelurahan Kapuk, terdapat sekitar 54 KK yang menempati 31 unit bangunan di lokasi pembangunan," kata Iin saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.
Iin menyebut pembangunan infrastruktur pompa itu merupakan langkah strategis untuk mengatasi persoalan banjir yang telah berlangsung bertahun-tahun di kawasan Kapuk dan sekitarnya.
"Kita ingin Jakarta Barat bebas banjir. Namun, pengerukan kali dengan alat berat tidak bisa maksimal di area ini karena berisiko membuat rumah-rumah warga longsor," ujar Iin.
Menurut Iin, Pemkot Jakarta Barat bersama Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Dinas Perumahan DKI Jakarta terus berkoordinasi agar seluruh warga terdampak dapat memperoleh hunian layak di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa).
Pemerintah juga mengupayakan kebijakan dispensasi berupa pembebasan biaya sewa rusun selama enam bulan pertama.
"Selain penyediaan hunian, pemerintah menyiapkan berbagai dukungan agar proses relokasi tidak mengganggu kehidupan masyarakat," ujarnya.
Di bidang pendidikan, anak-anak warga akan difasilitasi untuk pindah ke sekolah negeri terdekat di sekitar rusun agar tetap memperoleh layanan pendidikan secara gratis.
"Kemudian, layanan kesehatan juga diberikan melalui pemeriksaan kesehatan oleh tim Puskesmas bagi warga lanjut usia maupun warga yang sakit," tutur Iin.
Untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi, Dinas Tenaga Kerja dan Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) akan menghadirkan Mobil Training Unit (MTU) di kawasan rusun.
Pelatihan keterampilan bersertifikat, seperti menjahit, tata boga, otomotif, hingga administrasi keuangan akan diberikan kepada warga usia produktif.
"Kami juga akan membantu proses pemindahan barang milik warga ke rusun melalui dukungan petugas gabungan dari kelurahan dan kecamatan," terangnya.
Pihaknya berharap proses mitigasi bencana banjir dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat yang dipindahkan ke hunian yang lebih aman, nyaman, dan layak.
Sementara itu, Staf Pelaksana Bidang Banjir Dinas SDA DKI Jakarta, Satrio, menjelaskan rumah pompa yang akan dibangun di Kapuk dirancang memiliki kapasitas pompa sebesar 12.000 liter per detik untuk mempercepat pembuangan air saat curah hujan tinggi.
Satrio menjelaskan proyek strategis daerah ini dijadwalkan akan mulai berjalan secara bertahap dalam kurun waktu tahun 2025 hingga 2027.
"Pelaksanaan konstruksi fisik di lapangan akan segera dimulai secara bertahap setelah seluruh proses relokasi dan penataan warga ke Rusunawa rampung diselesaikan," pungkasnya.
Baca juga: Proyek saluran air dan rumah pompa SDA DKI dilanjutkan pada April 2026
Baca juga: Pramono pastikan pembangunan polder dan rumah pompa Daan Mogot optimal
Baca juga: DKI bangun empat rumah pompa baru untuk tingkatkan pengendalian banjir
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.