Jakarta (ANTARA) - Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong menyatakan bahwa pihaknya menghormati keputusan Indonesia untuk mengoptimalkan pengelolaan sumber dayanya, termasuk dengan menetapkan kebijakan ekspor satu pintu untuk sumber daya strategis.

“Kami memahami upaya Indonesia untuk mengoptimalkan pengelolaan sumber daya strategis dan meningkatkan pemanfaatan sumber daya dalam rangka pembangunan nasional,” kata Wang dalam wawancara khusus secara tertulis dengan ANTARA beberapa waktu yang lalu.

Saat diminta untuk menanggapi soal pendirian PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), ia mengungkapkan kesiapan China untuk terus memperkuat koordinasi kebijakan, menciptakan ekosistem kebijakan yang stabil bagi usaha kedua negara, serta memperluas kerja sama konkret untuk mencapai kemajuan bersama.

Terlebih lagi, industri dan rantai pasok antara Indonesia dan China sudah sangat terintegrasi, dengan ekonomi kedua negara bersifat komplementer dan memiliki fondasi kerja sama yang solid.

Namun demikian, Dubes Wang berharap agar dalam implementasi kebijakan semacam ini, Indonesia memerhatikan kepentingan seluruh pemangku kepentingan, konsistensi dan kepastian kebijakan, serta memperkuat riset dan kajian sebagai dasar penetapan kebijakan.

“Kami juga berharap langkah pendukung yang kondusif untuk menjaga pasar dan memfasilitasi pengembangan bisnis dapat diberlakukan pada waktu yang tepat,” kata dia, menambahkan.

Dengan menjaga kepercayaan pasar dengan cara tersebut, ekosistem bisnis yang memadai untuk operasional usaha dan kerja sama perdagangan dapat tetap terjaga, dan kerja sama antara Indonesia dan China dapat semakin kuat, demikian Wang.

Pemerintah Indonesia mendirikan DSI untuk mengelola dan mengawasi transaksi ekspor komoditas sumber daya alam strategis.

Pembentukan perusahaan itu dilatarbelakangi masih tingginya praktik under invoicing dan transfer pricing pada sejumlah komoditas ekspor Indonesia selama bertahun-tahun.

Pada tahap awal yang berlangsung hingga akhir 2026, DSI akan mengawasi pelaporan ekspor komoditas batu bara, kelapa sawit, dan ferroalloy (paduan besi).

Peran DSI kelak akan diperluas sesuai kebutuhan pemerintah dan kesiapan perusahaan itu.

Mulai 1 Januari 2027, DSI direncanakan berperan sebagai perusahaan dagang yang membeli komoditas dari eksportir dan menjualnya ke pasar internasional, dengan hasil penjualan masuk kembali ke Indonesia.

Baca juga: Wang Yi dorong penguatan investasi China di Indonesia

Baca juga: UMKM Indonesia didorong garap potensi pasar 1,4 miliar jiwa di China

Baca juga: China tawarkan enam fokus kerja sama strategis dengan Indonesia

Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.