Jakarta (ANTARA) - Kepolisian Sektor Kelapa Gading mengerahkan puluhan personel untuk mengamankan jalannya aksi unjuk rasa oleh kelompok massa yang mengatasnamakan Aktivis Connection di depan kantor firma hukum Hotman Paris & Partner, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin.
Kepala Unit Intelijen dan Keamanan (Kanit Intelkam) Polsek Kelapa Gading AKP Sugiyono yang memimpin langsung pengamanan di lapangan menyatakan bahwa jajarannya mengedepankan pendekatan pengamanan yang humanis dan persuasif guna memastikan aksi berjalan lancar tanpa gangguan berarti.
"Kami menerjunkan sebanyak 17 personel gabungan untuk mengawal jalannya aksi unjuk rasa ini. Fokus kami adalah memastikan keamanan, ketertiban, serta kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi," kata AKP Sugiyono dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Sugiyono menyebutkan aksi yang dimulai sekitar pukul 14.50 WIB tersebut melibatkan sekitar 100 orang massa di bawah pimpinan koordinator lapangan Maemun.
"Massa datang dengan menggunakan satu unit mobil komando, enam unit mikrolet, serta sepuluh kendaraan roda dua, dengan membawa atribut berupa bendera dan spanduk berisi sejumlah tuntutan," ucapnya.
Dalam pengamanan tersebut, pihak kepolisian tetap siaga mengawasi jalannya orasi yang menyuarakan penolakan terhadap narasi publik tertentu serta desakan terkait penegakan hukum yang objektif.
Berkat kesiapsiagaan dan koordinasi yang baik antara petugas pengamanan dan peserta aksi, kegiatan unjuk rasa yang berlangsung di Komplek Ruko Kensington Blok A12, Jalan Boulevard Raya, tersebut dapat berjalan dengan tertib.
"Hingga massa membubarkan diri, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polsek Kelapa Gading terpantau aman dan kondusif," kata Sugiyono.
Baca juga: SWSI minta Hotman Paris sampaikan maaf karena rendahkan profesi wartawan
Baca juga: Forum Pemred minta Hotman Paris hormati wartawan
Baca juga: Hotman Paris resmi jadi kuasa hukum eks Jampidsus
Pewarta: Ilham Kausar
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.