Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto mengusulkan bantuan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) diberikan dalam bentuk material bangunan sebagai alternatif pengganti bantuan tunai.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin, Presiden meminta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Kementerian Sosial mengkaji usulan perubahan mekanisme penyaluran Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tersebut.

"Dengan mungkin kita tidak kasih uang, tapi kasih bahan. Kasih semen, kasih genteng, kasih kayu, atau kasih baja ringan dan sebagainya. Supaya lebih banyak yang menerima," kata Prabowo.

Menurut Presiden, penyaluran bantuan dalam bentuk material bangunan dapat menurunkan nilai bantuan per penerima sehingga jumlah masyarakat yang memperoleh manfaat dapat diperluas.

Prabowo meminta Menteri PKP Maruarar Sirait dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengkaji kemungkinan penambahan jumlah penerima manfaat melalui penyesuaian nilai bantuan.

Saat ini, program BSPS telah menjangkau sekitar 400 ribu penerima manfaat dengan nilai bantuan Rp20 juta per rumah.

Baca juga: Menteri PKP perkuat sinergi pastikan program BSPS tepat sasaran

Baca juga: Menteri PKP: Presiden berpihak ke MBR lewat Program BSPS-KUR Perumahan

Baca juga: Mendagri: Program bedah rumah targetkan 400 ribu penerima pada 2026

Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.