Istanbul (ANTARA) - Prancis menyerukan Uni Eropa untuk menghentikan impor produk dari permukiman ilegal Israel di Tepi Barat yang diduduki, kata Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot, Senin (20/7).
"Prancis menyerukan penghentian impor produk dari permukiman ilegal ke Uni Eropa," kata Barrot dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Islandia Thorgerdur Katrin Gunnarsdottir di Reykjavik.
"Prancis dan Eropa tidak dapat menerima bahwa Eropa, melalui perdagangannya, mendukung kegiatan ilegal yang membahayakan kemungkinan perdamaian antara Israel dan Palestina," tambahnya.
Barrot menyampaikan pernyataan tersebut saat menguraikan posisi Prancis mengenai konflik Israel-Palestina selama kunjungannya ke Islandia.
Dia juga menegaskan kembali dukungan Prancis untuk solusi dua negara, mencatat bahwa Islandia telah mengakui Negara Palestina 15 tahun yang lalu dan bahwa Prancis telah melakukan hal yang sama tahun lalu.
Barrot mengatakan pemilihan parlemen yang dijadwalkan pada 28 November di Palestina adalah "suatu keharusan mutlak" untuk legitimasi parlemen Palestina dan untuk membuka jalan bagi pemilihan presiden.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Mamdani: Surat perintah ICC atas Netanyahu harus diperlakukan serius
Baca juga: Burnham lakukan panggilan pertama dengan Trump bahas Selat Hormuz
Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.