Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Buleleng, Bali, berhasil dipadamkan sepenuhnya meski sempat menghanguskan sekitar 48 hektare lahan vegetasi perbukitan setempat.
Adapun peristiwa karhutla di Buleleng Bali tersebut tercatat sebagai kejadian kebakaran lahan dengan luasan terbesar yang dilaporkan daerah kepada BNPB setidaknya dalam dua hari terakhir.
"Kondisi di lokasi saat ini dilaporkan telah aman dan terkendali setelah tim gabungan berhasil menaklukkan api," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Selasa.
Abdul menjelaskan bahwa kobaran api mulai melalap lahan vegetasi rerumputan kering di kawasan perbukitan Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, sejak Jumat (17/7).
Direktorat Pengendalian Operasi BNPB mengkonfirmasi lokasi titik api yang berada di areal perbukitan tersebut sempat terlihat dengan jelas dari kawasan tempat wisata Villa Bukit Kursi.
Merespons kejadian tersebut, kata dia, BPBD Kabupaten Buleleng langsung menerjunkan tim gabungan guna memadamkan kobaran api agar tidak semakin meluas ke pemukiman warga sekitar.
Upaya pemadaman di lapangan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan personel BPBD setempat, unsur TNI, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, serta komponen warga setempat.
"Mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan untuk tetap mewaspadai potensi timbulnya titik api baru, terutama pada vegetasi kering selama berlangsungnya periode musim kemarau," kata dia.
Baca juga: BPBD Purbalingga: Kekeringan melanda 10 desa di enam kecamatan
Baca juga: BNPB: Tim gabungan kendalikan karhutla di Kalsel dan Kaltim
Baca juga: Menteri LH: Perusahaan pemilik konsesi wajib jaga lahan dari karhutla
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.