Jakarta (ANTARA) - Samsung tengah menyiapkan pembaruan perangkat lunak untuk mengatasi masalah layar berwarna kemerahan yang dilaporkan sejumlah pengguna Galaxy S26 Ultra.
Dilansir dari laporan GSM Arena pada Sabtu (18/7) waktu setempat, laporan mengenai munculnya warna kemerahan pada layar ponsel mulai ramai diperbincangkan di internet tidak lama setelah Galaxy S26 Ultra meluncur.
Sebelumnya, para pengguna menduga gangguan itu berkaitan dengan masalah pada panel OLED Privacy Display generasi pertama yang digunakan ponsel tersebut.
Baca juga: Samsung dikabarkan akan prioritaskan jumlah produksi Galaxy Z Fold8
Namun, Samsung dalam pernyataan resminya menjelaskan bahwa masalah tersebut bukan disebabkan oleh kerusakan pada layar.
Samsung mengatakan perubahan keseimbangan warna pada layar dapat terjadi ketika panel OLED terpapar cahaya yang sangat terang dari lingkungan sekitar. Kondisi tersebut membuat tampilan layar terlihat lebih kemerahan.
Untuk mengatasi masalah itu, Samsung sedang menyiapkan pembaruan perangkat lunak yang akan melakukan penyesuaian terhadap keseimbangan warna layar.
Baca juga: Samsung mungkin bekali Galaxy M67 dengan chip Exynos kelas atas
Meski demikian, Samsung belum mengumumkan jadwal peluncuran pembaruan tersebut.
Adapun Privacy Display merupakan salah satu fitur unggulan pada Galaxy S26 Ultra yang berfungsi untuk menjamin privasi layar pengguna.
Baca juga: Ponsel lipat baru Samsung berpeluang dirilis di ajang Galaxy Unpacked
Dengan teknologi ini, layar berukuran 6,9 inci (17,5 cm) Galaxy S26 Ultra dapat tidak terlihat oleh orang lain karena efek peredupan layar saat dilihat dari beberapa sudut pandang.
Fitur ini cocok untuk mencegah orang lain mengintip ponsel saat digunakan terutama seperti saat menggunakan transportasi umum.
Baca juga: Samsung S27 Ultra diuji dengan baterai 5,600mAh dan 5,800mAh
Penerjemah: Farhan Arda Nugraha
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.