Jakarta (ANTARA) - CT Group Vietnam menargetkan kemitraan strategis jangka panjang di Indonesia melalui penjajakan investasi bersama pemerintah, BUMN, perguruan tinggi, dan sektor swasta pada sejumlah sektor strategis, termasuk kecerdasan buatan (AI), kota pintar, industri kedirgantaraan, dan infrastruktur digital.
Chairman CT Group Vietnam Tran Kim Chung mengatakan Indonesia telah menjadi salah satu tujuan investasi paling strategis di Asia Tenggara, yang didorong oleh pertumbuhan ekonomi yang kuat, besarnya pasar domestik, stabilitas politik, serta komitmen pemerintah untuk mempercepat industrialisasi dan digitalisasi.
"Kami datang bukan sekadar untuk membawa modal investasi, tetapi untuk membangun kemitraan jangka panjang yang mendorong inovasi, meningkatkan kemampuan teknologi, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi Indonesia dan Vietnam," kata Tran Kim Chung dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.
Penjajakan kerja sama mencakup berbagai sektor strategis, antara lain Low Altitude Economy (LAE), teknologi Digital Twin, kendaraan udara tanpa awak (UAV), industri kedirgantaraan, kecerdasan buatan (AI), kota pintar, manufaktur maju, logistik, infrastruktur digital, serta pengembangan sumber daya manusia.
Menurut CT Group, investasi akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari studi kelayakan, riset bersama, dan proyek percontohan sebelum dikembangkan ke proyek industri dan infrastruktur berskala lebih besar.
Baca juga: RI dan Vietnam targetkan nilai perdagangan Rp325 T di 2028
Konglomerasi asal Vietnam itu saat ini tengah mengevaluasi sejumlah wilayah potensial di Indonesia dengan mempertimbangkan kesiapan industri, infrastruktur, konektivitas logistik, kualitas tenaga kerja, serta dukungan pemerintah daerah.
Investasi yang diproyeksikan diharapkan dapat menciptakan ribuan lapangan kerja langsung dan tidak langsung di sektor rekayasa, manufaktur, teknologi digital, kedirgantaraan, logistik, dan industri pendukung lainnya.
"Tujuan kami bukan sekadar menciptakan lapangan kerja, tetapi menyediakan pekerjaan berkualitas yang mempersiapkan talenta Indonesia menghadapi ekonomi masa depan," kata Tran Kim Chung.
Selain penciptaan lapangan kerja, CT Group memandang percepatan transfer teknologi, integrasi rantai pasok domestik, komersialisasi riset, peningkatan daya saing industri nasional, serta pertumbuhan ekosistem inovasi berorientasi ekspor sebagai manfaat utama dari kerja sama ini.
Kemitraan dengan perguruan tinggi, lembaga penelitian, BUMN, dan perusahaan swasta di Indonesia akan menjadi fondasi utama untuk menciptakan nilai jangka panjang.
"Bagi kami, investasi terbaik adalah investasi yang meninggalkan pengetahuan, teknologi, dan kapasitas yang terus berkembang jauh setelah proyek selesai,” ujar dia.
Baca juga: RI jajaki kerja sama teknologi pembayaran digital dengan Vietnam
CT Group optimistis kerja sama ini dapat menjadi model baru kerja sama ekonomi ASEAN dengan mengintegrasikan investasi, pendidikan, riset, teknologi, dan pengembangan industri.
Perusahaan tersebut juga melihat semakin banyak pelaku usaha Vietnam yang melirik Indonesia karena potensi pertumbuhannya yang besar, pasar yang terus berkembang, serta iklim investasi yang semakin kompetitif.
"Keberhasilan kemitraan ini tidak hanya akan diukur dari pertumbuhan bisnis CT Group, tetapi dari nilai bersama yang kami ciptakan bersama Indonesia untuk memperkuat daya saing kawasan ASEAN di masa depan,” kata Tran Kim Chung.
Dia berharap agar CT Group dapat bekerja sama dengan pemerintah dan dunia usaha Indonesia untuk membangun merek teknologi tinggi baru yang merepresentasikan kekuatan ASEAN.
"Dengan menggabungkan dan memaksimalkan kekuatan, kemampuan, serta sumber daya unik dari seluruh negara anggota ASEAN, kita dapat menciptakan rantai nilai regional yang lebih kuat, mempercepat inovasi, dan membangun industri yang mampu bersaing secara global. Bersama-sama, kita dapat menjadikan keberagaman dan kekuatan kolektif ASEAN sebagai fondasi yang kuat bagi generasi baru pertumbuhan dan kerja sama di bidang teknologi tinggi,” paparnya.
Baca juga: Vietnam tertarik membeli CN 295
Pewarta: Alviansyah Pasaribu
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.