Jakarta (ANTARA) - Seorang pengemudi ojek daring/online (ojol) tewas diduga akibat terserempet sebuah truk di Jalan Kemanggisan Utama Raya, Palmerah, Jakarta Barat, Selasa.

Insiden naas tersebut sempat memicu kemacetan panjang di sekitar lokasi. Puluhan rekan sesama pengemudi ojol pun terlihat mendatangi area kejadian untuk memantau langsung kondisi korban.

Petugas baru mengevakuasi jenazah korban menggunakan unit ambulans sekitar pukul 11.40 WIB. Sementara itu, sepeda motor listrik korban berpelat nomor B 4420 SVR serta armada truk berplat B 9655 BYU yang terlibat kecelakaan langsung diamankan kepolisian.

Pengemudi truk bernama Slamet yang terlibat dalam insiden tersebut, menyebut bahwa awalnya, truk yang ia kendarai tengah melaju dari arah Kemanggisan menuju wilayah Tanah Abang.

Saat tiba di lokasi kejadian, Slamet berniat untuk berpindah lajur dari kanan ke sebelah kiri secara perlahan. Namun, pada saat yang bersamaan, korban diduga berupaya mendahului truk dari sisi kiri hingga terjadi benturan keras pada bagian belakang truk.

"Aku udah kiri pelan-pelan mau jalur kiri. Tapi Gojek-nya itu langsung nyalip sebelah kiri," ujar Slamet di lokasi, Selasa.

Truk yang dikemudikannya itu dalam kondisi kosong tanpa muatan barang. Dia mengaku akan mengikuti seluruh proses hukum yang berlaku.

"Iya. Yang penting saya tanggung jawab," tegasnya.

Saat ini, truk yang dikemudikan Slamet telah dievakuasi oleh pihak kepolisian dari lokasi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Setelah proses evakuasi jenazah dan pemindahan kendaraan selesai dilakukan, arus lalu lintas di Jalan Kemanggisan Utama Raya kembali berangsur normal.

Baca juga: Seorang pengemudi ojol tewas akibat kecelakaan di Jakarta Barat

Baca juga: Mobil listrik tabrak pengemudi ojol hingga tewas di Cilandak

Baca juga: Pengemudi ojol tewas tertabrak kereta di Jakbar

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.