Tokyo (ANTARA) - Para menteri luar negeri (menlu) se-ASEAN secara resmi memulai pertemuan mereka di Filipina pada Selasa, dengan isu normalisasi hubungan dengan Myanmar diperkirakan akan mendominasi pembicaraan.

Sebagai pemegang keketuaan ASEAN tahun ini, Filipina menyatakan telah berkomunikasi dengan semua pihak di Myanmar, yang dilanda perang saudara setelah kudeta militer pada Februari 2021, untuk mencapai kemajuan konkret demi perdamaian.

Pasca-kudeta, perwakilan politik Myanmar tidak diundang untuk menghadiri pertemuan dan konferensi tingkat tinggi ASEAN selama beberapa tahun, namun pada Mei lalu, para pemimpin ASEAN sepakat mengizinkan Myanmar mengirimkan perwakilan untuk mengikuti pertemuan tingkat menlu secara daring.

Tetapi, Kementerian Luar Negeri Filipina mengatakan bahwa untuk pertemuan di Manila kali ini, delegasi Myanmar akan kembali diwakili oleh perwakilan non-politik, yaitu wakil menteri luar negeri.

Dalam konferensi pers di Manila pada Senin, juru bicara keketuaan ASEAN 2026 Dominic Xavier Imperial mengatakan, ASEAN "berharap supaya Myanmar dapat bergabung kembali dengan menteri dan pemimpin yang mewakili negara tersebut".

"Tetapi saat ini, seperti yang anda ketahui, semua negara anggota ASEAN masih mencari cara untuk mewujudkan hal tersebut," kata Imperial.

Adapun ribuan warga Myanmar terbunuh dalam operasi penumpasan yang dilakukan junta Myanmar serta dalam konflik antara militer dan kelompok pro-demokrasi Myanmar.

Otoritas Myanmar juga menangkap banyak pemimpin dan aktivis politik, termasuk pemimpin de facto Myanmar sebelum kudeta, Aung San Suu Kyi.

Namun demikian, tak sedikit dari mereka telah dibebaskan, dengan Aung San Suu Kyi dilaporkan juga telah dipindahkan menjadi tahanan rumah di lokasi yang tak diketahui setelah junta militer Myanmar menggelar pemilu awal tahun ini.

Selain isu Myanmar, para menlu se-ASEAN juga akan membahas konflik antara Amerika Serikat dan Iran, konflik antara Thailand dan Kamboja, serta isu Laut China Selatan, ucap Imperial.

Pertemuan tingkat Menlu se-ASEAN (AMM) ke-59 dan berbagai dialog lain yang serangkai dengannya diikuti para menlu, duta besar, dan pejabat senior dari 50 negara lebih yang berhimpun di Filipina pada Senin hingga Jumat pekan ini.

ASEAN merupakan organisasi regional Asia Tenggara yang terdiri dari 11 anggota, yaitu Brunei, Filipina, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam.

Sumber: Kyodo

Baca juga: Dukung rekonsiliasi, RI siap jadi tuan rumah dialog Myanmar

Baca juga: Menteri luar negeri ASEAN adakan pertemuan terkait Myanmar di Bangkok

Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.