Sebagai salah satu wujud komitmen tersebut, pemerintah membuka pendaftaran program magang nasional pada tanggal 15 hingga 28 Juli 2026 dengan kuota sebanyak 50.000 peserta dari target 150.000 peserta sepanjang tahun 2026 ini
Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan Program Magang Nasional merupakan salah satu wujud komitmen pemerintah dalam meningkatkan pengembangan sumber daya manusia (SDM) sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Qodari, dalam pernyataannya yang diterima, Selasa, mengatakan pembangunan SDM menjadi salah satu pilar utama dalam visi Indonesia Emas 2045, sehingga pemerintah terus meningkatkan investasi pada sektor pendidikan, kesehatan, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
"Sebagai salah satu wujud komitmen tersebut, pemerintah membuka pendaftaran program magang nasional pada tanggal 15 hingga 28 Juli 2026 dengan kuota sebanyak 50.000 peserta dari target 150.000 peserta sepanjang tahun 2026 ini," kata Qodari.
Baca juga: Qodari: Target peserta Program Magang Nasional naik jadi 150.000 orang
Dia menuturkan target peserta Program Magang Nasional pada 2026 tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang melibatkan 102.696 peserta.
Menurut Qodari, program tersebut dirancang untuk meningkatkan kompetensi generasi muda sekaligus memberikan pengalaman kerja yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Melalui program itu, kata dia, lulusan perguruan tinggi berkesempatan mengikuti magang selama enam bulan dengan menerima uang saku setara upah minimum provinsi (UMP) atau upah minimum kabupaten/kota (UMK).
Selain memberikan pengalaman kerja, program tersebut juga membuka kesempatan bagi peserta untuk membangun jejaring profesional, memperluas wawasan dunia kerja, serta meningkatkan peluang direkrut oleh perusahaan tempat mereka menjalani magang.
"Program magang nasional memang dirancang untuk meningkatkan kompetensi generasi muda sekaligus memberikan pengalaman kerja yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri," ujarnya.
Berdasarkan evaluasi pelaksanaan Program Magang Nasional gelombang pertama dan kedua pada tahun lalu yang melibatkan 65.245 peserta dan 7.217 mentor, lebih dari 84 persen peserta menyatakan puas atau sangat puas terhadap program tersebut.
Baca juga: Program Magang Nasional tingkatkan kompetensi 98,5 persen peserta
Penilaian serupa juga diberikan oleh mentor dan perusahaan, dengan sekitar 84 persen menyatakan puas atau sangat puas terhadap kemampuan peserta dalam belajar dan menyerap pengetahuan selama pemagangan.
Dari sisi peningkatan kapasitas, hampir 98,5 persen peserta dinilai mengalami peningkatan kompetensi teknis, baik secara signifikan maupun cukup meningkat.
Selain itu, lebih dari 97 persen peserta menyatakan uang saku yang diterima setidaknya cukup membantu kondisi ekonomi mereka atau keluarganya, sementara sekitar 30 persen peserta memperoleh penawaran pekerjaan setelah mengikuti program pemagangan.
Qodari menegaskan pemerintah tidak hanya berupaya membuka lapangan kerja, tetapi juga memastikan tenaga kerja Indonesia memiliki kompetensi, produktivitas, dan daya saing yang semakin kuat untuk menghadapi persaingan global.
"Dengan demikian, Generasi Muda Indonesia diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, tetapi juga lebih siap memasuki dunia kerja dengan percaya diri," ujarnya.
Baca juga: Menaker: 30 persen peserta magang nasional ditawari pekerjaan
Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.