Kabupaten Berau memiliki banyak destinasi wisata alam yang unik dan menarik, salah satunya adalah air panas alami...

Berau, Kaltim (ANTARA) - Republik Seychelles, salah satu negara di Benua Afrika, menjajaki kerja sama pengembangan Wisata Air Panas Pemapak, di Kampung Biatan Bapinang, Kecamatan Biatan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim), sebagai upaya meningkatkan jumlah kunjungan.

Selama ini tingkat kunjungan wisata air panas tersebut tergolong tinggi, misalnya pada libur Natal 2025 hingga Tahun Baru 2026 tercatat sekitar 4.500 pengunjung, kemudian sejak dibuka kembali setelah pembenahan pada 21-25 Maret 2026, tercatat ada sekitar 5.600 pengunjung.

"Kabupaten Berau memiliki banyak destinasi wisata alam yang unik dan menarik, salah satunya adalah air panas alami yang masih terbuka untuk dikembangkan baik dari sisi fasilitas, akomodasi, atraksi, dan lainnya agar kunjungannya meningkat," ujar Wakil Bupati Berau Gamalis, di Tanjung Redeb, Selasa.

Sedangkan dukungan investasi menjadi salah satu kunci agar destinasi yang tumbuh dapat dikembangkan lagi, sehingga diharapkan lebih memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Ia pun berharap semakin banyak kolaborasi dan investasi yang masuk, sehingga pengembangan destinasi wisata dapat berjalan lebih optimal, salah satunya investor dari Seychelles yang menunjukkan ketertarikan dalam pengembangan wisata berbasis alam.

Ketertarikan itu terlihat saat Gamalis mendampingi utusan Presiden Seychelles untuk ASEAN Nico Barito mengunjungi objek wisata air panas itu pada Senin (20/7/) kemarin.

Dia menyebut bahwa kunjungan Nico Barito itu menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi wisata unggulan Berau, sekaligus membahas lebih dalam mengenai peluang pengembangan destinasi berbasis kearifan lokal.

Nico Barito menyebut bahwa Air Panas Pemapak memiliki daya tarik kuat untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berkelanjutan, agar dampak ekonomi ke masyarakat setempat juga dapat dirasakan terus-menerus.

"Dalam pengembangan wisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam dan kekayaan yang sudah tercipta, tapi juga harus mampu mengangkat cerita dan identitas lokal yang menjadi pembeda dengan destinasi lain," kata Nico.

Setiap destinasi, katanya lagi, harus memiliki cerita tersendiri. Ketika wisata memiliki narasi yang kuat, wisatawan akan penasaran untuk datang, bahkan mereka akan kembali lagi di lain waktu sekaligus mengajak kerabat.

Untuk itu, kearifan lokal yang dimiliki masyarakat di sekitar kawasan ini harus menjadi bagian dari pengalaman wisata, sehingga hal inilah yang terus ia dorong agar pengembangan wisata dapat lebih cepat dilakukan

"Pengembangan destinasi Air Panas Pemapak juga perlu diperkuat dengan konsep wisata berbasis pengalaman, menghadirkan atraksi dengan mengangkat budaya lokal, serta menambah aktivitas pendukung agar jumlah kunjungan berlangsung sepanjang tahun, bukan musiman," kata Nico lagi.

Baca juga: Dispar Kaltim ajak warga berwisata air panas karst di Berau

Baca juga: Beloyot, dari goa sempit menuju masa depan wisata Berau

Pewarta: M.Ghofar
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.