Medan (ANTARA) - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia meminta pemerintah daerah untuk memperkuat peran tenaga kesehatan hingga tingkat kelurahan dan perdesaan dalam pencegahan penyakit menular tuberkulosis (Tb).
"Tolong optimalkan tenaga kesehatan dalam edukasi pencegahan penyakit menular tuberkulosis," ujar Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus pada Kegiatan Peninjauan Pelaksanaan Skrining Tb Terintegrasi Program Cek Kesehatan Gratis di Medan, Sumut, Selasa.
Menurut dia, penurunan penyakit menular seperti tuberkulosis membutuhkan peran dan kontribusi seluruh elemen masyarakat terkhusus tenaga kesehatan karena menjadi salah satu garda terdepan menurunkan penyakit tersebut di tingkat paling bawah.
Ia mengatakan Indonesia saat ini merupakan negara tertinggi kedua kasus tuberkulosis dengan jumlah kasus 10 persen di dunia
"Kalau 100.000 per orang kasus kita lebih tinggi dari India, Kita nomor satu di dunia kalau 100.00 per orang," kata dia.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh kepala daerah untuk bersama menurunkan prevalensi tuberkulosis dengan melakukan kajian termasuk mengoptimalkan tenaga kesehatan hingga tingkat paling bawah.
Ia meminta para tenaga kesehatan untuk gencar melakukan edukasi, mendeteksi dini serta memperluas upaya dalam pemutusan sumber penyakit tersebut.
"Kemenkes akan memperluas pelacakan kontak erat dengan memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), rontgen portabel, dan tes cepat," sebut dia.
Benjamin dalam kesempatan itu mengatakan Sumatera Utara memiliki 3.000 lokasi fokus penelusuran penyakit tuberkulosis yang dicatat Kementerian Kesehatan.
"Kota Medan tercatat pada tahun ini memiliki 661 lokasi. Secara nasional mencapai 53.335 lokasi mulai Juli hingga akhir November 2026 dengan target cakupan 90 persen," ujarnya.
Baca juga: Kemenkes-Kemenimipas percepat skrining Tb bagi 274 ribu warga binaan
Baca juga: Kemenkes optimalkan terapi tuberkulosis untuk cegah penularan kasus
Baca juga: Tingginya temuan kasus Tb bukti efektivitas skrining massal
Pewarta: Anggi Luthfi Panggabean
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.