Manila (ANTARA) - Menteri luar negeri ASEAN menyetujui pemberian status Mitra Dialog Sektoral kepada Jerman dan Qatar, serta menerima Turkiye sebagai Mitra Dialog ke-12 dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM) ke-59.

Ketua AMM ke-59 yang juga Menteri Luar Negeri Filipina Ma. Theresa Lazaro mengatakan keputusan itu mencerminkan peningkatan kepercayaan mitra internasional terhadap ASEAN sekaligus untuk terlibat lebih dalam dengan komunitas internasional.

"Perkembangan ini menunjukkan kepercayaan berkelanjutan para mitra terhadap ASEAN. Kami juga memandangnya sebagai langkah positif untuk mewujudkan aspirasi Visi Komunitas ASEAN 2045," kata Lazaro, sebagaimana dikutip dari situs resmi ASEAN 2026, Selasa.

Menurut Lazaro, Jerman memperoleh status Mitra Dialog Sektoral sebagai pengakuan atas dukungan jangka panjangnya terhadap ASEAN dan komitmennya memperkuat pembangunan Komunitas ASEAN.

Sementara itu, Qatar diberikan status yang sama karena kerja sama yang terus berkembang dengan ASEAN di bidang diplomasi, pembangunan, bantuan kemanusiaan, pendidikan, konektivitas, serta aksesi negara itu pada Traktat Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara (TAC).

Dalam sidang pleno, para menteri luar negeri ASEAN juga menyatakan dukungan penuh terhadap peringatan 50 tahun TAC pada 24 Juli.

Pada kesempatan itu, Polandia, Rumania, Swedia, dan Lithuania dijadwalkan secara resmi bergabung dengan traktat tersebut.

Selain itu, ASEAN mengadopsi Pernyataan Menteri Luar Negeri ASEAN mengenai perkembangan situasi di Timur Tengah serta Pedoman Mekanisme Keterlibatan ASEAN dengan para pihak dalam TAC.

Lazaro mengatakan pernyataan mengenai Timur Tengah disepakati menyusul meningkatnya konflik di kawasan, terutama antara Amerika Serikat dan Iran.

Menurut dia, pernyataan yang diusulkan Filipina sebagai Ketua ASEAN itu bertujuan memperkuat posisi bersama ASEAN dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.

Sementara itu, pedoman keterlibatan dengan para pihak TAC menjadi kerangka baru bagi kerja sama praktis antara ASEAN dan negara-negara peserta traktat, serta diharapkan mendukung pembangunan kawasan, pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat hubungan politik, ekonomi, dan sosial budaya.

Rangkaian AMM ke-59 akan berlanjut pekan ini dengan pertemuan ASEAN bersama para mitra dialog, ASEAN Plus Three (APT), ASEAN Regional Forum (ARF), East Asia Summit (EAS), serta peringatan 50 tahun TAC.

Baca juga: Menlu ASEAN tegaskan kebebasan navigasi sesuai UNCLOS 1982

Baca juga: Menlu RI serukan ASEAN jaga pembangunan berdampak bagi masyarakat

Pewarta: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.