Jakarta (ANTARA) - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyebut ajang pameran dapat memperkuat pariwisata Indonesia terutama dalam industri makanan dan minuman serta keramahtamahan (hospitality).

"Sebagai platform yang menghubungkan produsen lokal dengan buyer (pembeli) internasional, mendorong investasi, serta membangun kemitraan untuk mewujudkan ekosistem pariwisata Indonesia yang semakin inovatif, tangguh, dan berdaya saing global,” kata Widiyanti di Jakarta, Selasa.

Widiyanti mengatakan pengembangan sektor tersebut menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan sekaligus memperkuat daya saing destinasi Indonesia di pasar global.

Baca juga: Pasar HRI Indonesia terbesar di ASEAN, tembus 29 miliar dolar AS

Sektor pariwisata di Indonesia sendiri kini tengah menawarkan pengalaman dan kualitas layanan yang berkualitas dalam gastronomi, bidang yang juga sedang dikembangkan menjadi sebuah aset strategis dalam memperkuat citra Wonderful Indonesia.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan perekonomian Indonesia pada triwulan I 2026 tumbuh 5,61 persen secara tahunan (year-on-year). Dari sisi lapangan usaha, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 13,14 persen, sementara konsumsi pemerintah meningkat 21,81 persen.

Prospek industri makanan, minuman, dan hospitality Indonesia juga terus menunjukkan tren positif dengan menyumbang sekitar 2,68 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional atau senilai sekitar Rp639 triliun pada 2025.

Direktur Portofolio Food & Hospitality Indonesia 2026 Meysia Stephanie menambahkan pameran berkembang menjadi platform bisnis internasional yang menghubungkan pelaku industri dari berbagai negara dengan produsen dan pelaku usaha Indonesia.

"Indonesia tengah memasuki fase pertumbuhan baru bagi industri makanan, minuman, dan hospitality. Di tengah meningkatnya investasi dan permintaan pasar, pelaku industri membutuhkan lebih dari sekadar ruang pamer, tetapi sebuah ekosistem yang mampu mempertemukan inovasi, investasi, dan kolaborasi global,” katanya.

Pameran diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas dan mendorong kemitraan strategis yang akan meningkatkan daya saing industri Indonesia sekaligus memperluas perannya dalam rantai pasok global.

Baca juga: SEAFAST: Tren makanan sehat dorong teknologi reformulasi bahan baku

Baca juga: Menekraf: FHI 2026 jadi ajang akselerasi ekspor jenama lokal

Baca juga: Kemenekraf memfasilitasi empat jenama kuliner jajaki pasar dunia

Baca juga: Menteri Pariwisata sebut Indonesia berpotensi jadi pusat gastronomi

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.