Moskow (ANTARA) - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan telah melancarkan serangan ke Yordania hingga menewaskan personel militer Amerika Serikat di sana.

"Sebagai bagian dari fase ke-24 Operasi Nasr 2, pasukan udara IRGC telah menyerang area di mana tentara Angkatan Darat AS ditempatkan di kawasan Rukban di Yordania dan menewaskan beberapa di antara mereka," menurut pernyataan IRGC pada Selasa.

Sebelumnya, Senin (20/7), Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa Iran akan menerima konsekuensi berkali-kali lipat untuk setiap tentara AS yang terbunuh. Trump juga telah menginstruksikan komando tinggi militer AS terkait hal tersebut.​​​​​​​

Baca juga: Trump ancam Iran akan bayar mahal jika tentara AS kembali tewas

AS dan Iran sudah menandatangani sebuah memorandum perdamaian pada 18 Juni untuk menghentikan konflik yang pecah sejak 28 Februari lalu.

Namun, militer AS kembali melancarkan sejumlah serangan terhadap Iran pada 8 Juli lalu. Militer Iran lantas melakukan serangan balasan ke pangkalan militer AS yang tersebar di sejumlah negara di kawasan Teluk,

Kemudian, pada 9 Juli, Trump menegaskan bahwa gencatan senjata antara AS dan Iran tidak berlaku lagi.

Sumber: Sputnik

Baca juga: Media: AS sulit lindungi 50.000 tentaranya dari serangan Iran

Baca juga: Iran: Pasukan siap sambut jika AS invasi Pulau Kharg

Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.