Jakarta (ANTARA) - Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo mengungkapkan alasan perbaikan jalan di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, dilakukan karena kerap mengalami kerusakan akibat tanah yang tidak stabil.
"Jadi Kebon Sirih itu jalannya setelah kita aspal beberapa bulan lalu selalu bleeding aspalnya. Selalu rusak. Setelah kita evaluasi, setelah kita pakai georadar, tanahnya ini labil," jelas Heru di Balai Kota Jakarta, Selasa.
Oleh sebab itu, sambung Heru, pihaknya memutuskan untuk memperbaiki jalan tersebut dengan pembetonan. Adapun jalan yang diperbaiki di kawasan tersebut hanya sepanjang 345 meter.
Ia menyebut, jalan tersebut ditargetkan akan selesai diperbaiki pada September mendatang.
"Kan sekarang masih yang tengah kita kerjain. Nanti yang tengah selesai, kita ke pinggir," ungkap Heru.
Tak hanya di kawasan Kebon Sirih, Heru menyebut pihaknya juga akan melakukan hal serupa di kawasan yang lain yang juga memiliki kondisi yang sama.
"Kalau memang ada jalan seperti itu ya akan kita tangani," ujar Heru.
Heru menjelaskan, perbaikan jalan tersebut dilakukan dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Namun, Heru tak menjelaskan berapa total anggaran yang dikeluarkan untuk perbaikan jalan tersebut.
Baca juga: Jaksel rapikan kabel udara di Jalan Lauser untuk keselamatan pejalan
Baca juga: Soal JPO di Tendean, Dinas Bina Marga diskusikan pertanggungjawaban
Baca juga: Pembangunan kembali JPO Tendean belum dapat dipastikan
Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.