Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) melalui sinergi lintas sektor melakukan aksi penanaman mangrove guna memulihkan lahan kritis sekaligus melindungi kawasan pesisir dari abrasi.
"Melalui kolaborasi seluruh pihak, penanaman mangrove menjadi langkah nyata dalam menjaga kawasan pesisir, meningkatkan kualitas lingkungan hidup, serta mewujudkan Kaltim yang semakin hijau," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kaltim Joko Istanto di Samarinda, Selasa.
Langkah perlindungan ekosistem pesisir ini dimatangkan melalui penyusunan dokumen Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove Tahun 2026.
Kebijakan strategis tersebut disiapkan untuk mengamankan ruang hidup pesisir yang mencakup total luasan ekosistem mangrove di Kaltim hingga mencapai 239.805 hektare.
"Dokumen rencana pengelolaan ini merinci secara jelas tanggung jawab setiap instansi dalam menjaga serta merevegetasi lahan kritis di sepanjang garis pesisir," ujar Joko.
Upaya rehabilitasi lahan kritis itu, salah satunya diimplementasikan melalui aksi penanaman ribuan bibit mangrove yang salah satunya dipusatkan di kawasan Pantai Lamaru.
Baca juga: Kaltim perkuat pengelolaan mangrove demi ketahanan iklim
Sebanyak 2.200 bibit mangrove ditanam secara serentak pada lahan seluas satu hektare dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat dan instansi pemerintah.
"Aksi revegetasi ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan wujud nyata komitmen bersama guna mengembalikan daya dukung lingkungan pesisir yang rusak," tuturnya.
Kerusakan ekosistem di pesisir selama ini banyak dipicu oleh aktivitas pembukaan tambang yang mengancam keseimbangan ekologi secara jangka panjang.
Dinas Lingkungan Hidup terus menggandeng Dinas Kelautan dan Perikanan serta Dinas Kehutanan guna mengawal pemulihan alam secara terpadu.
"Sinergi antarinstansi pemerintah sangat krusial karena pengelolaan ekosistem mangrove melibatkan kewenangan lintas sektor mulai dari daratan hingga perairan laut," ucap Joko.
Program pemulihan daya dukung ekologis tersebut turut mendapat dukungan penuh dari kelompok kerja kawasan dan sejumlah lembaga swadaya peduli lingkungan. Termasuk menggelar aksi menanam sepuluh ribu bibit mangrove guna mempercepat rehabilitasi pesisir yang terdampak.
Baca juga: Pemprov Kaltim tanam 2.200 bibit pada Hari Mangrove Sedunia
"Keterlibatan aktif dari mitra pembangunan dan masyarakat inilah yang menjamin keberlanjutan sabuk hijau pesisir kita dalam memitigasi dampak perubahan iklim," kata Joko.
Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.