Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis mata anak dr. Indah Saraswati, BMEDSC(Hons), Sp.M menyampaikan bahwa miopia atau rabun jauh yang terus berkembang hingga mencapai derajat tinggi dapat meningkatkan risiko komplikasi pada mata.

"Semakin panjang bola mata berarti minusnya semakin tinggi. Saraf mata akan semakin tipis sehingga bisa terjadi makulopati, robekan retina, glaukoma, hingga katarak pada usia yang lebih muda," katanya dalam acara Healthy Vision Day yang diselenggarakan EssilorLuxottica Indonesia di Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan bahwa miopia terjadi ketika bola mata memanjang, sehingga cahaya yang masuk tidak lagi difokuskan tepat di retina tetapi di depannya. Kondisi ini membuat penglihatan menjadi buram.

Dalam Report of the Joint World Health Organization–Brien Holden Vision Institute Global Scientific Meeting on Myopia tahun 2015, miopia tinggi didefinisikan sebagai "suatu kondisi di mana kesalahan refraksi objektif ekuivalen sferis ≤ –5,00 Dioptri pada salah satu mata."

Komplikasi akibat miopia tinggi yang perlu diwaspadai, menurut dr. Indah antara lain robekan retina akibat retina yang semakin menipis seiring bertambahnya panjang bola mata.

"Kalau saraf matanya sobek itu bisa bahaya. Bisa sampai buta gelap total," ujarnya.

Baca juga: Cara sederhana untuk memperlambat perkembangan miopia pada anak

Menurut dr. Indah, miopia tinggi juga bisa meningkatkan risiko makulopati atau gangguan pada retina bagian tengah yang berfungsi untuk melihat objek secara tajam. Kondisi tersebut dapat menurunkan fungsi penglihatan secara permanen.

Selain itu, ia melanjutkan, penderita miopia tinggi lebih berisiko mengalami katarak pada usia muda dan glaukoma, kerusakan saraf mata yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan apabila tidak ditangani.

Guna menekan risiko-risiko akibat miopia tinggi, ia mengatakan, penanganan miopia saat ini tidak hanya ditujukan untuk mengoreksi penglihatan dengan penggunaan kacamata, tetapi juga memperlambat pemanjangan bola mata.

"Target kami sekarang bukan hanya membuat anak bisa melihat jelas, tetapi memperlambat progresivitas miopia sehingga bola mata tidak terus memanjang," katanya.

Baca juga: Dokter tekankan pentingnya deteksi dini miopia pada anak

Baca juga: Fase pre-miopia waktu terbaik untuk lakukan intervensi pada anak

Pewarta: Farika Nur Khotimah
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.