Jakarta (ANTARA) - Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026 Todotua Pasaribu mengatakan pihaknya mengupayakan agar cabang wushu Indonesia menjalankan uji tanding di China untuk menghadapi Asian Games 2026.
"Nanti saya setelah ini akan langsung melapor ke KOI juga sama Kemenpora keterkaitan dengan hal (uji tanding) itu, karena itu mengenai kaitannya dengan dana latihan ya," kata Todotua Pasaribu kepada awak media saat melakukan pemantauan pemusatan latihan cabang wushu di Jakarta, Selasa.
Ia menyampaikan hal itu menanggapi aspirasi dari Pengurus Besar Wushi Indonesia (PBWI) yang menginginkan agar tim nasional wushu Indonesia menjalani uji tanding di China sebagai persiapan untuk menghadapi persaingan di Asian Games 2026.
Baca juga: Lindswell Kwok kini jadi pelatih timnas wushu Indonesia
PBWI mengajukan uji tanding untuk mengukur persiapan atlet menghadapi persaingan dalam ajang multi cabang terbesar di Asia. China menjadi lokasi pilihan karena memiliki banyak atlet wushu yang bisa menjadi lawan tanding.
Todotua mengatakan bahwa pelaksanaan uji tanding tersebut akan dikomunikasikan terlebih dengan KOI dan Kemenpora terkait dengan kebutuhan anggaran.
"Nanti kami akan coba membantu lah untuk memprosesnya bisa mudah-mudahan. Tapi tetap itu nanti ranahnya ada di Kemenpora sampai KOI mengenai hal itu," katanya.
Todotua berharap selama proses mengupayakan terwujudnya uji tanding itu, 13 atlet wushu yang sedang menjalani pemusatan latihan untuk Asian Games terus berlatih menyiapkan fisik dan mental mereka agar bisa memberikan hasil yang terbaik di Asian Games.
Baca juga: Wushu Indonesia targetkan emas Asian Games 2026
Wushu, kata dia, merupakan salah satu cabang andalan yang diproyeksikan bisa mendulang medali di Asian Games sehingga persiapan harus dilakukan secara matang.
"Kami prediksi (wushu) juga akan mendapatkan medali, bahkan mungkin ada bisa satu atau dua emas dari wushu," katanya.
Adapun, pada Asian Games 2022 di Hangzhou, China, wushu Indonesia mempersembahkan lima medali yang terdiri dari satu emas yang Harris Horatius pada nomor men's nanquan & nangun, dua perak dari Edgar Xavier Marvelo pada nomor changquan putra dan Samuel Marbun nomor sanda 65kg putra
Sedangkan, dua perunggu Seraf Naro Siregar dari nomor Daoshu dan Tharisa Dea Florentina dari nomor sanda 52kg putri.
Baca juga: Wushu Indonesia pastikan pelatnas berkelanjutan hadapi Asian Games
Baca juga: PB WI harapkan wushu dimasukkan lagi sebagai cabang prioritas DBON
Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.