Moskow (ANTARA) - Inggris dan Jerman berencana mengembangkan rudal jelajah dengan jangkauan hingga 2.000 kilometer yang ditargetkan beroperasi pada 2034, demikian laporan harian Jerman Die Welt pada Selasa.

Mengutip sumber yang mengetahui proyek tersebut, Die Welt melaporkan pengembangan rudal itu merupakan bagian dari inisiatif Deep Precision Strike (DPS) yang dipimpin Inggris dan Jerman.

Pada awal Juli 2026, sepuluh negara Eropa bergabung dalam inisiatif tersebut untuk mengembangkan sistem rudal jarak jauh baru dengan jangkauan lebih dari 1.200 mil atau sekitar 1.930 kilometer.

Menurut laporan itu, kemampuan DPS dipersiapkan untuk melancarkan serangan presisi jarak jauh sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan konflik dengan Rusia.

Rincian proyek tersebut masih dirahasiakan, namun pengembangannya disebut akan mengandalkan teknologi Inggris dengan dukungan pendanaan dari Jerman.

Laporan itu juga menyebut proses pengembangan telah dimulai dan berjalan sesuai rencana.

Saat ini terdapat dua konsep yang sedang dipertimbangkan, yakni rudal yang mampu terbang pada ketinggian sangat rendah, atau rudal yang mampu melaju hingga lima kali kecepatan suara.

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin dalam wawancara dengan jurnalis Amerika Serikat Tucker Carlson pada 2024 mengatakan Rusia tidak berniat menyerang negara-negara anggota NATO, karena menurutnya hal tersebut tidak masuk akal.

Sumber: Sputnik

Baca juga: Sembilan negara Eropa dan Inggris bentuk koalisi anti-rudal balistik

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Bayu Prasetyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.