Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq meminta seluruh pihak di Jawa Timur bergotong royong membantu pemerintah merealisasikan kemandirian susu nasional.

"Strateginya yang dibangun mulai dari hulu dengan penguatan dan harus ada keterlibatan pelaku di hilir, tanpa itu pemerintah tidak sanggup sendiri karena gap kebutuhan yang harus dipenuhi cukup banyak menuju kemandirian tadi," kata Hanif seusai Rapat Koordinasi Pembahasan Strategi Kemandirian Susu Nasional yang diselenggarakan di Kota Malang, Jawa Timur, Selasa.

Hanif menyampaikan produksi susu sapi segar di Jawa Timur mampu menyumbang 57,9 persen terhadap produksi susu nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi susu segar pada 2025 sebesar 820.874 ton dan 475.394 ton di antaranya berasal dari produksi di Jawa Timur.

Baca juga: Peternakan sapi Rp1,2 triliun di Brebes untuk perkuat swasembada susu

Dengan begitu, pada periode itu produksi susu segar di provinsi setempat menyumbang 57,9 persen terhadap produksi nasional.

Angka itu menempatkan provinsi setempat sebagai salah satu produsen komoditas itu selain Jawa Barat yang menyumbang sekitar 10 persen.

Oleh karena itu, produksi susu sapi segar di Jawa Timur dinilainya perlu terus dimaksimalkan, sehingga bisa menutup kebutuhan susu dalam negeri yang baru tercukupi 20 persen, sedangkan 80 persen diantaranya dipenuhi lewat impor.

Ia menyampaikan pangsa pasar itu harus benar-benar dimanfaatkan untuk menampung secara maksimal produksi susu dalam negeri.

Pewarta: Ananto Pradana
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.