Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ekonomi Kreatif mengakselerasi implementasi program strategis pada semester kedua 2026 yang berlandaskan pada ekonomi kerakyatan, keadilan ekonomi, dan kesejahteraan yang langsung dirasakan masyarakat secara inklusif guna memperkuat struktur perekonomian nasional.

Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya mengatakan komitmen ini sebagai respon dari arahan Presiden terkait penguatan perekonomian dengan asas kekeluargaan dan dalam upaya mendukung capaian Kabinet Merah Putih yang telah diraih selama dua tahun pertama.

“Kementerian Ekraf senantiasa menghadirkan program yang memberi kesempatan kolaborasi, konsolidasi, sekaligus akselerasi untuk memastikan ekonomi kreatif tumbuh dan dirasakan langsung oleh masyarakat sebagai the new engine of growth. Kami akan manfaatkan sebaik mungkin setiap program sehingga memancarkan energi kreativitas yang terus memberi manfaat nyata bagi ekosistem kreatif di Indonesia,” ungkap Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya dalam keterangan yang diterima, Rabu.

Menindaklanjuti arahan strategis tersebut, Menteri Riefky menyatakan kesiapan instansinya untuk memacu tiga program flagship, yakni Aktivasi Desa Kreatif, Aktivasi Creative Hub, dan Creative by Indonesia. Program-program ini akan diperkuat melalui fasilitasi bantuan pemerintah serta penguatan kelembagaan di tingkat regional.

Baca juga: Kemenekraf perluas peluang karier generasi muda di industri gim

Optimisme Kementerian Ekraf didukung oleh data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat performa impresif sektor ekonomi kreatif. Hingga Maret 2026, ekspor ekonomi kreatif memberikan kontribusi sebesar 11,8 persen terhadap total ekspor nonmigas nasional, dengan realisasi investasi yang menembus angka Rp61,33 triliun.

Capaian ini menjadi motor penggerak baru dalam penciptaan lapangan kerja dan peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB).

“Keberhasilan tata kelola ekonomi kreatif di Indonesia bukan diukur dari banyak acara atau program yang diselenggarakan, tetapi dari capaian perubahan nyata yang bisa dirasakan para pegiat ekraf. Ke depan, kami akan tetap menjaga fokus program terhadap kesejahteraan rakyat, memperkuat sinergi, serta memastikan setiap langkah yang dijalani selalu berorientasi pada dampak,” tambah Riefky.

Sebelumnya, Sidang Kabinet Paripurna pertengahan 2026 bersama jajaran Kabinet Merah Putih digelar untuk mengevaluasi kinerja maupun sejumlah tantangan yang telah diselesaikan. Beberapa capaian Kabinet Merah Putih diantaranya swasembada 8 komoditas pangan, berdirinya Dana Kedaulatan Danantara, 1.000 dari 5.000 jembatan desa dibangun, 4 Sekolah Unggul Garuda dibuka, Restrukturisasi 250 BUMN ditutup, dan banyak hal yang telah dicapai dalam dua tahun pertama Kabinet Merah Putih.

Baca juga: Menekraf: Indonesia bisa tarik investor lewat produk yang kompetitif

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.