Jakarta (ANTARA) - Direktur NEXT Indonesia Center Herry Gunawan mengusulkan penggabungan PalmCo, sub-holding BUMN di bidang kelapa sawit di bawah naungan PTPN Group, dengan Agrinas Palma untuk membangun ekosistem bisnis perkebunan yang kuat.

“Menurut saya, dua entitas ini sebaiknya digabungkan, seperti yang sudah terjadi di InJourney atau Pelindo, agar terkonsolidasi,” ujar Herry ketika dihubungi ANTARA dari Jakarta, Rabu.

Ia menilai penggabungan tersebut dapat membangun ekosistem bisnis perkebunan yang kuat. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa restrukturisasi BUMN harus mampu menyudahi bisnis yang tumpang-tindih antar-BUMN.

“Dengan demikian bisa saling mendukung, bukan saling beradu di pasar yang sama,” katanya.

Herry melihat restrukturisasi BUMN yang sudah berjalan sebagai ikhtiar pemerintah untuk membuat kinerja BUMN menjadi lebih efisien. BUMN dengan lini bisnis yang sama dikonsolidasikan, sehingga ke depannya diharapkan tidak ada lagi bisnis BUMN yang saling tumpang tindih.

Restrukturisasi BUMN yang sudah terlihat, katanya, antara lain pada holding pariwisata InJourney dan bisnis kepelabuhan yang dikelola oleh Pelindo. Begitu pun yang sedang dalam proses restrukturisasi, seperti induk BUMN logistik.

“Kebijakan ini merupakan langkah yang tepat untuk membuat bisnis BUMN lebih efisien,” kata Herry.

Presiden Prabowo Subianto saat memberikan taklimat pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7), mengatakan uang negara yang dihemat setelah menutup, merger, dan mengonsolidasikan 250 BUMN hingga 31 Juli 2026 mencapai Rp50 triliun.

Penghematan itu, menurut Prabowo, merupakan biaya rutin (overhead cost) yang bisa dihemat karena negara tidak perlu lagi menggaji direksi, komisaris, membayar sewa gedung beserta listriknya, dan pengeluaran lainnya dari 250 BUMN tersebut.

Pada kesempatan itu, Presiden Prabowo kemudian menargetkan pada akhir tahun 2026 ini, jumlah BUMN yang tersisa maksimal 350 BUMN dari semula 1.077 BUMN.

"Mereka (Danantara, red.) menyanggupi," katanya.

Jika perampingan itu terwujud, Presiden mengatakan yakin uang yang bisa dihemat dapat mendekati angka Rp70 triliun sampai Rp80 triliun.

Oleh karena itu, Presiden pun meyakini Danantara merupakan salah satu capaian dalam pemerintahannya.

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.