Washington (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menyetujui sebuah perjanjian dengan Arab Saudi untuk mengembangkan infrastruktur nuklir kerajaan di kawasan Teluk tersebut.

Kesepakatan itu berpotensi membuka jalan bagi pengayaan uranium di wilayah Arab Saudi, lapor The Wall Street Journal pada Selasa (21/7) mengutip pejabat AS.

Perjanjian yang berlaku selama 30 tahun itu diperkirakan bernilai puluhan miliar dolar AS.

Kesepakatan tersebut akan mewajibkan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat membangun fasilitas pengayaan uranium di Arab Saudi apabila kedua belah pihak menilai langkah tersebut diperlukan.

Sejumlah pejabat menyampaikan kekhawatiran bahwa perjanjian tersebut tidak memuat jaminan keamanan yang memadai bagi Amerika Serikat.

Sementara itu, Menteri Energi AS Chris Wright dijadwalkan menandatangani perjanjian itu pada Rabu, sebelum kemudian diserahkan kepada Kongres untuk ditinjau.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa perjanjian itu kemungkinan akan memicu kontroversi di kalangan anggota Kongres yang menentang penyebaran teknologi nuklir di kawasan Timur Tengah yang dinilai bergejolak.

Untuk menggagalkan perjanjian tersebut, Kongres harus meloloskan resolusi bersama serta memperoleh dukungan mayoritas dua pertiga di kedua kamar (senat dan parlemen) guna membatalkan hak veto presiden.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Trump: AS tak ingin bertemu Iran hingga siap serius bahas nuklir

Baca juga: Trump ingin Presiden FIFA Infantino jadi Sekjen PBB selanjutnya

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.