Jakarta (ANTARA) - Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong menyebut Sudaryono memiliki kinerja bagus untuk mengisi jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Nanik S. Deyang yang mengundurkan diri.

"Saya pikir kerja-kerjanya bagus selama di Kementerian Pertanian dan beliau juga masih muda, tentu punya energi yang besar untuk mengurusi pengelolaan BGN ke depan," kata Bahtra di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu.

Dia mengharapkan Sudaryono dapat lebih progresif dalam memimpin BGN, termasuk membenahi tata kelola program Makan Gizi Gratis (MBG).

"Agar BGN ke depan bisa semakin baik dan tentu itu menjadi harapan kita bersama," ucapnya.

Di sisi lain, Bahtra menegaskan pengunduran diri Nanik dari BGN murni karena alasan kesehatan.

"Jadi, tidak ada kaitan dengan urusan yang lain karena memang beliau ingin konsentrasi terhadap pengobatan," katanya.

Pengunduran diri Nanik sebagai Kepala BGN dikonfirmasi Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan Dirgayuza Setiawan pada Rabu pagi.

"Hari ini, Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional," ujar Yuza.

Dalam pernyataan yang diunggah di media sosialnya, Nanik menjelaskan bahwa pengunduran dirinya itu berkaitan dengan pengobatan jantung di luar negeri.

“Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui. Namun, saya diminta tetap ikut mengawasi BGN," tulis Nanik.

Sementara itu, Sudaryono dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Rabu sore.

Baca juga: Presiden Prabowo lantik Sudaryono sebagai Kepala BGN

Baca juga: Sudaryono tidak lagi menjabat Wamentan usai dilantik jadi Kepala BGN

Baca juga: Sudaryono: Penunjukan jadi Kepala BGN baru dikonfirmasi Rabu pagi

Pewarta: Fath Putra Mulya
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.