Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat sekitar 377 ribu hektare kebun kelapa nasional masuk kategori tanaman tua dan rusak, sehingga menjadi salah satu tantangan dalam meningkatkan produktivitas komoditas tersebut.

Pengawas Mutu Hasil Pertanian Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Agus Rosyid mengatakan tingginya luas tanaman tua rusak membuat produktivitas kelapa nasional masih belum optimal meskipun Indonesia memiliki areal perkebunan kelapa yang luas.

"Tanaman tua rusaknya saat ini mencapai 377 ribuan hektare dari total sekitar 3,2 juta hektare kebun kelapa nasional,” ujar Agus dalam diskusi pengembangan hilirisasi kelapa di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, produktivitas kelapa nasional saat ini masih berada di kisaran 1,1 ton per hektare per tahun, jauh di bawah potensi yang dapat mencapai 3,5 ton hingga 5 ton per hektare apabila menggunakan benih unggul dan menerapkan praktik budi daya yang baik.

Baca juga: Kementan targetkan 151.554 hektare kawasan hilirisasi kelapa pada 2026

Selain faktor tanaman tua dan rusak, Agus mengatakan produktivitas kelapa juga terkendala oleh minimnya pemeliharaan kebun di tingkat petani. Harga kelapa yang cenderung rendah dalam waktu lama membuat sebagian petani mengurangi perawatan kebun.

"Karena harga yang cenderung rendah, petani enggan melakukan pemeliharaan, mungkin juga tidak mampu membeli pupuk dan sebagainya. Akhirnya kelapa hanya dipanen, tetapi pemeliharaannya kurang optimal," katanya.

Ia menambahkan kondisi tersebut turut menyebabkan sebagian petani beralih ke komoditas lain yang dinilai lebih menjanjikan secara ekonomi, seperti kelapa sawit yang memiliki harga lebih stabil.

Padahal, menurut Agus, kelapa memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena permintaan pasar global terhadap produk olahan kelapa terus meningkat.

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.