Intinya bagaimana kami bersama-sama menyampaikan pemikiran dan gagasan tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas kapabilitas PTN tetapi lebih daripada itu bagaimana sama-sama kita merespon isu-isu persoalan bangsa hari ini ...
Jakarta (ANTARA) - Badan Pengendalian Pembangunan dan Investasi Khusus (Bappisus) menggelar Diskusi Kebangsaan Chapter 1 dengan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) membahas lima isu strategis nasional.
Satu dari lima isu strategis nasional tersebut di antaranya terkait MBG yang dibahas dalam pertemuan kedua institusi di Jakarta, Rabu petang.
Hadir Kepala Bappisus Aris Marsudiyanto yang memimpin pertemuan bersama 19 rektor perguruan tinggi negeri.
Baca juga: Bappidsus: Fundamental ekonomi Indonesia masih kuat
Aris mengatakan ada 20 perguruan tinggi yang diundang, hanya UGM tidak bisa hadir karena ada kegiatan lain.
"Saya hari ini menerima audiensi dari Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia, yang diundang hari ini 20, tapi dari UGM tidak bisa hadir, yang hadir 19, seharusnya 20 (perguruan tinggi)," kata Aris.
Dia menjelaskan, dalam pertemuan yang berlangsung selama hampir lima jam mendengarkan langsung gagasan serta masukan-masukan dari perguruan tinggi terkait isu-isu strategis nasional tersebut.
"Bagaimanapun juga perguruan tinggi negeri itu adalah wadah orang-orang pintar untuk menciptakan generasi-generasi emas," kata Aris.
Ketua MRPTNI Prof. Edwart Wolok menyampaikan ada lima isu strategis yang dibahas dalam Diskusi Kebangsaan Chapter 1 bersama Bappisus.
Kelima isu strategis itu, kata dia, pertama terkait dengan kesehatan, termasuk pola pendidikan kesehatan khususnya program pendidikan dokter spesialis dan program pendidikan dokter subspesialis.
Baca juga: FRI dan MRPTNI dukung agenda nasional pemberdayaan masyarakat
Kedua terkait dengan ketahanan pangan dan program MBG dari sisi kontributifnya, kemudian terkait tata kelola perguruan tinggi negeri (PTN) sebagai penerima manfaat dari optimalisasi sumber daya alam Indonesia dalam rangka untuk poin yang keempat yaitu bagaimana kebijakan pembiayaan pendidikan tinggi yang berkeadilan.
"Terakhir terkait dengan riset untuk peradaban nusantara," kata Wolok.
Rektor Universitas Gorontalo itu menyebut dalam pertemuan itu, bagaimana para rektor menyampaikan pemikiran dan gagasannya terkait isu-isu strategis yang terjadi saat ini.
"Intinya bagaimana kami bersama-sama menyampaikan pemikiran dan gagasan tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas kapabilitas PTN tetapi lebih daripada itu bagaimana sama-sama kita merespon isu-isu persoalan bangsa hari ini dan bagaimana PTN bisa mengambil peran sesuai dengan fungsinya untuk memberikan kontribusi untuk kesuksesan program-program ini," ujarnya.
Wolok menambahkan, Diskusi Kebangsaan Chapter 1 bersama Bappisus ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Sarasehan Kebangsaan yang dibuka oleh Presiden Prabowo beberapa waktu lalu.
Baca juga: Soal TKA penentu hasil SNBP, Kemendikdasmen: Kewenangan MRPTNI
Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.