Jakarta (ANTARA) -

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara melalui Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) mengajak seluruh perempuan di wilayah setempat agar bijak dalam menggunakan media sosial sebagai upaya menangkap peluang di era digital.

Ajakan tersebut disampaikan melalui seminar bertajuk "Perempuan Berdaya di Era Digital: Memanfaatkan Kemajuan Teknologi Media Sosial" di Jakarta, Rabu.

“Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas perempuan agar mampu menjawab tantangan sekaligus menangkap berbagai peluang di era transformasi digital,” kata Kepala Suku Dinas PPAPP Jakarta Utara Agung Meidya Gutama di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, seminar itu merupakan bentuk komitmen bersama dalam memperkuat peran perempuan.

Saat ini, kata dia, media sosial telah berkembang menjadi instrumen efektif untuk membangun jejaring, mengembangkan usaha mikro serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

"Perempuan tidak lagi hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga pelaku yang berkontribusi dalam penguatan ekonomi keluarga hingga pembangunan sosial di lingkungannya," ujar Agung.

Baca juga: Dekranasda DKI perkuat pemberdayaan perempuan pelaku UMKM

Dia mengatakan literasi digital saat ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Untuk itu, dibutuhkan kemampuan memanfaatkan media sosial secara cerdas, kreatif, dan bertanggung jawab.

“Perempuan memiliki kesempatan lebih luas untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga serta memperkuat daya saing di era ekonomi digital,” tutur Agung.

"Perempuan yang sehat, mandiri secara ekonomi, dan cakap digital akan menjadi modal sosial yang penting dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global," tambah dia.

Dia juga mengingatkan berbagai tantangan dalam perkembangan teknologi, di antaranya penyebaran hoaks, penipuan daring, judi daring, hingga kekerasan berbasis gender di ruang digital.

“Untuk itu, literasi digital perlu berjalan beriringan dengan penguatan karakter dan etika,” ungkap Agung.

Dia pun berharap melalui kegiatan tersebut, para peserta dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, mulai dari keluarga, kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Mari kita lahirkan perempuan Jakarta Utara yang inovatif, tangguh, dan menjadi motor penggerak pembangunan," pungkas Agung.

Baca juga: Kementerian PPPA catat 11,54 juta perempuan di Indonesia jadi kepala keluarga

Baca juga: Perempuan di Jakut dilatih kelola sampah organik lestarikan lingkungan

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.