counter

Polisi tingkatkan keamanan usai penggerebekan terduga teroris

Polisi tingkatkan keamanan usai penggerebekan terduga teroris

Sejumlah anggota Densus 88 Polda Jawa Timur mengamankan barang bukti dari terduga teroris yang ditangkap di kawasan Lebak Timur, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (8/6/2016). Densus 88 Polda Jawa Timur mengamankan dua orang terduga teroris beserta 12 kardus berisi barang bukti. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Surabaya (ANTARA News) - Aparat kepolisian meningkatkan keamanan di sejumlah titik di Jawa Timur usai menggerebek tempat tinggal dan mengamankan terduga teroris di tiga lokasi di Surabaya, Rabu.

"Pengamanan dilakukan oleh seluruh jajaran, dan tidak hanya di Surabaya," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Raden Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolrestabes Surabaya.

Peningkatan pengamanan di Jatim, kata dia, juga dalam rangka mewaspadai pelaku kriminalitas selama bulan Ramadhan dan menjelang Lebaran 2016.

"Patroli-patroli harus terus dijalankan, bahkan ditingkatkan untuk memberikan jaminan keamanan bagi warga," ucap perwira menengah tersebut.

Terkait penggerebakan dan diamankannya tiga terduga teroris, lanjut dia, Polda Jatim membantu Densus 88 Mabes Polri dalam kasus tersebut dengan menyiapkan tim gegana maupun personel untuk memberantas terorisme.

Ia merinci, Densus 88 Mabes Polri telah mengamankan tiga terduga teroris di tiga lokasi berbeda di Surabaya, yaitu di Lebak Timur, Kalianak dan Lebak Agung.

"Hasilnya, Densus 88 menyita senjata api rakitan baik pendek maupun panjang serta bom rakitan yang siap dipakai," katanya.

Tiga terduga teroris yang diamankan dan harus dimintai keterangannya masing-masing berinisial Pur, Fn dan Brn.

Kendati demikian, pihaknya mengaku tak berhak menyampaikan penggerebekan kali ini lebih jauh dan menyerahkannya ke Mabes Polri.

"Kasusnya sedang didalami penyidik Mabes Polri, termasuk penyampaian keterangan lebih lanjut ada di sana," katanya.

Pewarta: Fiqih Arfani
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Kepolisian tingkatkan kewaspadaan pascapenyerangan Menko Polhukam

Komentar