Jakarta (ANTARA) - Dalam waktu dekat, Giuseppe Garibaldi akan tiba di Indonesia. Kehadirannya akan menandai babak baru bagi TNI AL yang untuk pertama kalinya akan mengoperasikan sebuah kapal induk.
Raksasa laut buatan galangan kapal Fincantieri itu akan berangkat dari Italia dan diperkirakan akan sampai di Indonesia pada 20 September 2026.
Rencana kedatangan Garibaldi mulai ramai diperbincangkan masyarakat sejak awal 2025. Berbagai skema sempat diisukan akan digunakan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI untuk membeli Garibaldi. Kapal induk tersebut akhirnya didatangkan dalam bentuk hibah dari pemerintah Italia.
Namun, kapal ini tidak datang tanpa biaya begitu saja. Kapal yang sudah tergolong tua dengan usia lebih dari 40 tahun ini harus mengalami retrofit atau modernisasi agar sesuai dengan kebutuhan kekuatan tempur TNI AL.
Biaya yang harus dikeluarkan pemerintah pun cukup besar, diperkirakan berkisar Rp7,2 triliun hingga Rp16,8 triliun.
Meski masih membutuhkan banyak perbaikan, kapal induk itu tetap memiliki berbagai kemampuan yang belum dimiliki armada TNI AL.
Spesifikasi
Direktur Jenderal Kekuatan Pertahanan Kemhan Marsekal Muda TNI Hendrikus Haris Haryanto sempat menjelaskan secara singkat spesifikasi kapal induk ini ketika rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, 20 Juli lalu.
Giuseppe Garibaldi memiliki panjang 180 meter, lebar 33 meter, dan bobot penuh sekitar 13.850 ton. Kapal ini memiliki kemampuan kecepatan maksimum 30 knot dan daya jelajah 20 knot sehingga dapat menempuh jarak hingga 7.000 mil laut.
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.