Depok (ANTARA) - Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan mengingatkan agar anak-anak bisa memanfaatkan teknologi dengan bijak.

"Jangan scrol-scrol urusan pribadi orang lain," kata Veronica saat sambutan pada acara Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 di Makara Art Center, Universitas Indonesia (UI) Depok, Kamis.

Ia mengatakan anak harus mempunyai mimpi dan mewujudkannya. Anak harus pandai menggunakan gadget dengan positif.

Ia menjelaskan ada tiga hal yang sangat dibutuhkan, yaitu kejarlah mimpi menjadi kenyataan, belajarlah sebanyak-banyaknya, dan pakailah apa pun alat yang ada untuk mewujudkan mimpi dan tujuan cita-cita.

Baca juga: Dirjen PAUD: Peringatan HAN perkuat komitmen bersama penuhi hak anak

Veronica meminta anak tidak memakai gadget untuk hal lain selain belajar. Gunakan gadget untuk menambah ilmu.

Lebih lanjut Veronica Tan mengatakan saat ini anak tidak bisa lepas dari teknologi. Untuk itu manfaatkan teknologi dengan positif.

Menurut dia agar anak-anak mengingat hati nurani. Bentuk kepedulian akan muncul jika hati nurani selalu diingat.

Yang kedua, lanjutnya Veronica adalah budi. Karena budaya kita adalah budaya yang berakal budi.

Baca juga: HAN 2026, Kemendikdasmen ajak anak kembali bermain dan kurangi gawai

Veronica juga berharap anak-anak berani mengatakan tidak dalam situasi terancam. Sebab, melalui teknologi tidak ada batasan informasi.

"Anak-anak harus bisa mengatakan tidak kalau semua hal ataupun percakapan sudah melewati batas urusan pribadi," ujarnya.

Sedangkan ketiga adalah agar anak bisa mengungkapkan perasaan, namun tidak menyampaikannya kepada orang yang tidak dikenal.

"Jadi tiga hal ini yang saya yakin sebagai dasar anak untuk melangkah ke depan mengejar mimpi yang memberikan pengaruh baik lingkungan," katanya.

Baca juga: Pendidikan anak pekerja migran di Malaysia, dari bandar hingga ladang

Pewarta: Feru Lantara
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.