Bandung (ANTARA) - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menghibahkan tujuh hektare lahan di kawasan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) NHI Bandung untuk mendukung pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana di Bandung, Kamis, mengatakan hibah lahan tersebut merupakan bagian dari kerja sama Kementerian Pariwisata dan Kementerian Sosial yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman pembangunan Sekolah Rakyat.
"Kemenpar menyediakan lahan kampus Poltekpar di Dayeuhkolot seluas 7 hektare. Dari luas tersebut, 5,01 hektare akan dimanfaatkan untuk bangunan Sekolah Rakyat, dan dua hektare dialokasikan untuk pembangunan fasilitas olahraga dan aula serbaguna yang dapat dipergunakan bersama," katanya.
Baca juga: Wamenpar minta siswa Sekolah Rakyat dikenalkan kegiatan karya wisata
Selain menyediakan lahan, Kementerian Pariwisata akan berkolaborasi memberikan pelatihan di bidang pariwisata kepada siswa Sekolah Rakyat agar memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri, termasuk kemampuan bahasa asing dan kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja.
Ia mengatakan Kementerian Pariwisata juga menyiapkan kuota beasiswa sebesar 20 persen bagi lulusan Sekolah Rakyat untuk melanjutkan pendidikan di Politeknik Pariwisata.
"Lulusan Sekolah Rakyat juga kami berikan alokasi sebesar 20 persen untuk dapat masuk ke Politeknik Pariwisata dengan beasiswa," katanya.
Menurut dia, pembekalan dan akses pendidikan tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing lulusan, sehingga memiliki peluang berkarir tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di pasar kerja internasional.
Keberadaan Sekolah Rakyat di kawasan Poltekpar diharapkan menciptakan ekosistem pembelajaran yang saling mendukung, dimana mahasiswa dapat berperan sebagai kakak asuh yang mendampingi siswa Sekolah Rakyat sekaligus mengenalkan berbagai profesi di sektor pariwisata.
Sementara itu, Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf mengapresiasi dukungan Kementerian Pariwisata yang menyediakan lahan untuk pembangunan salah satu gedung permanen Sekolah Rakyat.
Baca juga: Kemenpar dukung pembangunan Sekolah Rakyat di Bandung
Baca juga: Bupati Bandung: Pembangunan Sekolah Rakyat permanen dimulai Oktober
"Ini adalah bentuk komitmen untuk menindaklanjuti program strategis Bapak Presiden," katanya.
Ia mengatakan kerja sama kedua kementerian juga akan ditindaklanjuti melalui perjanjian kerja sama agar lulusan Sekolah Rakyat yang memenuhi persyaratan dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di bawah Kementerian Pariwisata dengan beasiswa penuh.
"Insya Allah kita akan menindaklanjuti dengan PKS antar-Sekjen supaya lulusan dari Sekolah Rakyat yang memang memenuhi syarat bisa melanjutkan ke perguruan tinggi yang Kemenpar kelola. Ini dengan beasiswa penuh jika memang memenuhi syarat," katanya.
Menurut dia, pembangunan gedung akan dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum setelah seluruh persyaratan teknis, seperti pematangan lahan, akses jalan, ketersediaan air bersih, dan dokumen lingkungan terpenuhi dengan target selesai tahun 2027.
Ia mengatakan satu gedung permanen Sekolah Rakyat dirancang menampung lebih dari 2.000 hingga sekitar 2.500 siswa jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan sistem pendidikan berasrama.
Pewarta: Ilham Nugraha
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.