Surabaya (ANTARA) - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melepas 25 Tim Ekspedisi Patriot (TEP) untuk bertugas di delapan kawasan transmigrasi prioritas sebagai bagian dari dukungan terhadap program pemberdayaan masyarakat dan pembangunan kawasan transmigrasi nasional.
"Patriotisme modern diwujudkan melalui ilmu pengetahuan, inovasi dan empati yang memberi manfaat bagi masyarakat," kata Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, Sarana, dan Prasarana ITS, Dr Machsus di Surabaya, Kamis.
Menghadapi berbagai keterbatasan medan, ia meminta seluruh peserta memegang teguh nilai-nilai institusi.
Baca juga: Kementrans siapkan Ekspedisi Patriot ciptakan pertumbuhan ekonomi baru
"Selain itu, mempraktikkan kebermanfaatan ilmu Ki Hajar Dewantara agar tidak berhenti di ruang kelas, serta mengadopsi cara pandang mendunia berintegritas tinggi layaknya BJ Habibie," katanya.
Pada tahun kedua pelaksanaan program, ITS menerjunkan 125 peserta yang terbagi dalam 25 tim. Dari 84 kawasan transmigrasi yang dijangkau secara nasional, ITS mendapat amanah mengirimkan tim ke delapan kawasan prioritas.
Koordinator Tim Ekspedisi Patriot ITS, Prof Aulia Siti Aisjah mengatakan sebagian besar penugasan difokuskan di kawasan timur Indonesia.
"Jadi, 20 tim akan diterjunkan di Papua Barat, kemudian tiga tim NTT, satu tim di wilayah Selaparang NTB, serta satu tim di Barelang Kepulauan Riau," tuturnya.
Program Tim Ekspedisi Patriot merupakan kolaborasi antara Kementerian Transmigrasi (Kementrans) Republik Indonesia dan perguruan tinggi untuk mempercepat pembangunan kawasan ekonomi transmigrasi yang produktif, inklusif, mandiri, dan berkelanjutan.
Melalui program tersebut, perguruan tinggi didorong melakukan riset, kajian, inovasi, serta pendampingan bagi masyarakat di kawasan transmigrasi.
Baca juga: Kementrans harap TEP berdampak nyata di sektor pangan hingga maritim
Baca juga: Kementrans optimalkan TEP meriset potensi ekonomi kawasan transmigrasi
Sebagai perguruan tinggi berbasis teknologi dan inovasi, ITS mengarahkan program pengabdian melalui penerapan teknologi tepat guna dan pemberdayaan masyarakat sesuai kebutuhan lokal.
Fokus pengembangan meliputi penyelesaian persoalan infrastruktur dasar, konektivitas, tata kelola dan reformasi agraria, serta penguatan ketahanan pangan dan ekonomi produktif.
ITS menilai keterlibatan dalam program tersebut juga menjadi kontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya tujuan ke-11 tentang kota dan permukiman berkelanjutan serta tujuan ke-17 mengenai kemitraan untuk mencapai tujuan.
Pewarta: Willi Irawan
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.