Jakarta (ANTARA) - National Paralympic Committee (NPC) Indonesia masih mengalkulasi target medali pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 menyusul tidak dipertandingkannya para-catur yang menjadi salah satu cabang olahraga andalan Merah Putih.
Sekretaris Jenderal NPC Indonesia Ukun Rukaendi mengatakan Indonesia tetap menargetkan setidaknya mampu mengulangi pencapaian pada Asian Para Games Hangzhou 2022 dengan menempati peringkat keenam klasemen akhir, mengoleksi 29 medali emas, 30 perak, dan 36 perunggu.
“Target tentunya minimal kami bisa meraih prestasi sebelumnya. Namun, kami juga tidak memungkiri bahwa salah satu cabang olahraga andalan kami, yakni catur, tidak dipertandingkan,” kata Ukun kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.
Para-catur memberikan kontribusi signifikan dengan membawa pulang 10 emas, tujuh perak, dan delapan perunggu sekaligus keluar sebagai juara umum cabang tersebut. Artinya, lebih dari sepertiga medali emas Indonesia di Hangzhou berasal dari para-catur.
Baca juga: Para catur Indonesia boyong tujuh emas di Asian Para Games Hangzhou
Menurut Ukun, absennya para-catur turut memengaruhi pemetaan kekuatan dan proyeksi perolehan medali Indonesia di Aichi-Nagoya.
NPC Indonesia belum menetapkan jumlah medali yang ditargetkan karena masih menghitung peluang dari setiap cabang olahraga yang akan diikuti.
“Kami masih melakukan kalkulasi,” ujar Ukun ketika ditanya mengenai target medali Indonesia.
Meski kehilangan salah satu cabang andalan, Ukun tetap optimistis Indonesia dapat bersaing karena masih memiliki sejumlah cabang olahraga unggulan serta atlet-atlet muda potensial.
“Tapi kami tetap optimistis karena masih banyak cabang olahraga dan atlet-atlet muda yang potensial untuk sukses di sana,” katanya.
Baca juga: Catur raup enam medali emas pada hari terakhir APG 2025
Ukun mengatakan kepercayaan diri Indonesia meningkat setelah memiliki Paralympic Training Center di Karanganyar, Jawa Tengah, yang menjadi pusat latihan terintegrasi bagi atlet-atlet nasional.
Pusat pelatihan tersebut dibangun di atas lahan seluas lebih dari 80 ribu meter persegi dan memiliki asrama berkapasitas 392 atlet. Fasilitasnya mencakup arena bulu tangkis, boccia, menembak, tenis meja, angkat berat, judo tunanetra, kolam renang, lapangan sepak bola, serta lintasan atletik berstandar internasional.
“Sekarang kami sudah memiliki tempat latihan sendiri yang bertaraf internasional. Tentunya kami merasa lebih percaya diri,” ujar Ukun.
Komposisi kontingen Indonesia belum ditetapkan secara final karena sejumlah cabang olahraga masih mengikuti berbagai kejuaraan internasional untuk mengumpulkan poin kualifikasi.
Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 akan berlangsung pada 18–24 Oktober di Jepang dengan mempertandingkan 18 cabang olahraga.
Baca juga: Ditemui CdM APG, Erick ingatkan tantangan prestasi di Asian Para Games
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.