Jakarta (ANTARA) - Dua lifter Jawa Barat, Raihan Adesta Putra Perdana dan Arsya Dewi Saputera, dinobatkan sebagai lifter terbaik kategori remaja pada Kejuaraan Nasional Angkat Besi Remaja dan Junior Pupuk Indonesia 2026 di Semarang, Jawa Tengah, 22-24 Juli.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) Djoko Pramono mengatakan kejurnas tersebut menunjukkan perkembangan positif karena diwarnai sejumlah pemecahan rekor nasional kategori remaja dan junior.

"Mengapa kami senang, karena mereka adalah penerus dari Rizki Juniasyah, Eko Yuli Irawan, serta para lifter senior lainnya yang saat ini berada di pelatnas," kata Djoko dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Raihan meraih gelar lifter terbaik setelah mendominasi kelas 75kg putra dengan menyapu tiga medali emas.

Ia mencatatkan angkatan snatch 147kg, clean and jerk 172kg, serta total angkatan 319kg.

Pada kategori remaja putri, Arsya menjadi lifter terbaik berkat penampilannya di kelas 53kg. Ia juga memborong tiga emas melalui snatch 65kg, clean and jerk 90kg, dan total angkatan 155kg.

Baca juga: PABSI terapkan MAP tingkatkan persaingan di Kejurnas Angkat Besi

Sementara itu, Muhammad Rizal Abdillah dari Jawa Barat dan Amel Candra Novitasari dari Jawa Timur terpilih sebagai lifter terbaik kategori junior.

Rizal tampil dominan pada kelas 60kg putra dengan membukukan snatch 111kg, clean and jerk 135kg, serta total angkatan 246kg.

Peraih medali emas Asian Youth Games 2025 di Manama, Bahrain tersebut tidak mampu disaingi lifter lain dan menyapu tiga medali emas.

Adapun Amel menjadi lifter terbaik junior putri kelas 57kg setelah mencatatkan snatch 81kg dan clean and jerk 98kg.

Jawa Barat juga dinobatkan sebagai pengurus provinsi terbaik dalam kejurnas tersebut.

Baca juga: Pelatnas jangka panjang kunci lahirkan juara dunia angkat besi

Menurut Djoko, potensi yang diperlihatkan para lifter muda menjadi modal penting bagi proses regenerasi tim nasional angkat besi Indonesia.

Ia optimistis para lifter remaja dan junior tersebut dapat berkembang menjadi atlet yang mampu mengibarkan bendera Merah Putih dalam berbagai kejuaraan internasional.

Djoko mengatakan PB PABSI juga membuka peluang melakukan rotasi penghuni pelatnas apabila terdapat lifter yang mengalami stagnasi prestasi.

"Jadi sudah pasti mereka adalah prioritas pertama jika kita menyiapkan lifter-lifter ke berbagai event internasional. Atlet yang meraih gelar The Best yang akan ke pelatnas," ujarnya.

Kejurnas Angkat Besi Remaja dan Junior Pupuk Indonesia 2026 diikuti 220 lifter dari 23 daerah, yang terdiri atas 105 lifter kategori remaja dan 115 lifter kategori yunior.

Kategori remaja putra mempertandingkan kelas 56kg, 60kg, 65kg, 70kg, dan di atas 70kg, sedangkan kategori remaja putri terdiri atas kelas 45kg, 49kg, 53kg, 57kg, dan di atas 57kg. Pada kelompok yunior putra, kelas yang dipertandingkan adalah 60kg, 65kg, 70kg, 75kg, dan di atas 75kg. Adapun kelompok yunior putri mempertandingkan kelas 49kg, 53kg, 57kg, 61kg, dan di atas 61kg.

Baca juga: IADO kawal seleknas angkat besi menuju Asian Games 2026

Baca juga: Rizki perkuat latihan antisipasi kejutan atlet baru dalam Asian Games

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.