Kereta api tabrak minimus di Pariaman

Kereta api tabrak minimus di Pariaman

ilustrasi Tabrakan Kereta dan Bus Petugas berjaga di lokasi tabrakan kereta api Menoreh dengan Bus di perlintasan kereta api Cibitung, Bekasi, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Andi ()

Pariaman (ANTARA News) - Kereta api Sibinuang dari arah Kota Padang menuju Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), menabrak sebuah minibus di perlintasan tanpa pintu di Pariaman Selatan, Jumat sore.

Kepala Satuan (Kasat) Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres setempat, AKP. Hidup Mulia, saat dijumpai di lokasi kejadian, Jumat, menyebutkan kejadian diperkirakan terjadi pukul 15.45 WIB tepatnya di perbatasan Desa Marabau dengan Desa Toboh Palabah, Kecamatan Pariaman Selatan.

"Informasi yang kami peroleh minibus berwana hitam dengan nomor polisi B 1618 KFJ yang dikendarai Baharudin melaju dari arah Desa Toboh Palabah menuju Desa Marabau saat Kereta Api akan melintasi perlintasan tanpa pintu sehingga menabrak bagian samping kiri mobil tersebut," jelasnya.

Katanya menambahakn akibatnya mobil tersebut terseret sejauh kurang lebih 15 meter dan memasuki areal persawahan warga sekitar dengan kondisi remuk.

Setelah kejadian tersebut warga yang berada di lokasi kejadian bersama aparat kepolisian langsung membantu korban dan membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pariaman untuk mendapatkan perawatan intensif.

"Kami belum mengetahui pasti penyebab utama kecelakaan tersebut, maka terlebih dahulu pihak kepolisian akan memanggil saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian untuk memperkuat data," jelasnya.

Sementara itu, Zainal (39), salah seorang saksi mata mengatakan sempat mendengarkan adanya bunyi dentuman keras kejadian tersebut.

"Kebetulan saya hanya berjarak kurang lebih 100 meter dari lokasi kejadian, sebelum insiden tersebut saya juga sempat mendengarkan adanya bunyi klakson kereta api sebelum melewati perlintasan tersebut," kata dia.

Ia menyebutkan mobil yang dikemudikan korban tersebut diketahui hendak menuju Desa Marabau dari arah Desa Toboh Palabah namun tidak diketahui pasti apakah ada unsur kelalaian dari korban sendiri.

Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, sudah terdapat tiga rambu-rambu pemberitahuan adanya jadwal perlintasan kereta api sekaligus rambu tanda berhenti bagi kendaraan roda dua dan empat.

Berdasarkan keterangan warga setempat diketahui korban merupakan salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Padangpariaman.

Pewarta: Agung Pambudi
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Komentar