Jakarta (ANTARA) - Politik nasional menghadirkan beragam dinamika yang patut dicermati pada Minggu (26/7), mulai dari respons Ganjar Pranowo atas langkah Kaesang Pangarep maju sebagai calon legislator di daerah pemilihan Puan Maharani, sikap PDIP terhadap kasus pengeroyokan yang menewaskan warga di Bali, refleksi 30 tahun peristiwa Kudatuli, hingga pandangan pengamat mengenai pernyataan Presiden Prabowo Subianto dan pentingnya masyarakat memverifikasi informasi untuk menangkal hoaks.

Simak rangkuman lengkap berita politik pilihan ANTARA berikut :

1. Ganjar respons Kaesang maju sebagai caleg di dapil Puan Maharani

Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo menyatakan semua orang, termasuk Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep, berhak mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI.

Baca selengkapnya.

2. PDIP akan beri bantuan ke korban pengeroyokan yang diduga maling ayam

PDI Perjuangan (PDIP) akan memberikan bantuan kepada seorang korban pengeroyokan warga karena diduga menjadi maling ayam di Kabupaten Tabanan, Bali.

Baca selengkapnya.

3. IPR: Presiden kritik orientasi kepentingan, bukan generalisasi profesi

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto tentang "londo ireng" hanya sebagai kiasan politik, bukan ditujukan kepada individu atau kelompok tertentu secara harafiah.

Baca selengkapnya.

4. PDIP gelar aksi teatrikal peringati 30 tahun peristiwa Kudatuli

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menggelar aksi teatrikal untuk memperingati 30 tahun peristiwa Kerusuhan 27 Juli atau Kudatuli di Gedung DPP PDIP, Jakarta Pusat, Minggu.

Baca selengkapnya.

5. Pengamat soal hoaks terhadap institusi: Publik harus cek kebenarannya

Direktur Eksekutif Indeks Data Nasional Ayip Tayana mengajak publik untuk kritis terhadap berbagai informasi yang beredar dengan terlebih dahulu memverifikasi informasi sebelum mempercayainya.

Baca selengkapnya.

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.