Jakarta (ANTARA) -

Petenis Amerika Serikat Ben Shelton mengaku masih menyimpan kekecewaan terhadap sejumlah aspek permainannya sepanjang musim 2026, meski telah mencatatkan pencapaian terbaik dalam kariernya dengan mengoleksi tiga gelar tingkat tur ATP.

Shelton, yang kini menempati peringkat keenam dunia, hanya terpaut satu posisi dari peringkat tertinggi sepanjang kariernya, bersiap untuk menghadapi turnamen pembuka musim lapangan keras Amerika, ATP 500 Mubadala DC Open 2026.

"Ini menjadi musim yang aneh bagi saya tahun ini. Banyak hal positif, banyak juga hal negatif," kata Shelton dalam konferensi pers pra-turnamen dikutip dari ATP, Senin.

"Saya sudah memenangkan lebih banyak gelar dalam satu tahun dibanding sebelumnya, dan musim ini baru berjalan setengah jalan. Pada saat yang sama, ada banyak hal yang membuat saya frustrasi dan kecewa dengan permainan saya."

Berdasarkan catatan kalah-menang ATP, petenis berusia 23 tahun itu mengoleksi 25 kemenangan dan 11 kekalahan sepanjang musim ini.

Meski tampil gemilang dengan meraih gelar di Dallas, Munich, dan Stuttgart, Shelton belum mampu menunjukkan konsistensi di sejumlah turnamen besar.

Ia tersingkir pada babak pertama Wimbledon dan hanya mencapai putaran kedua Roland Garros. Pada empat turnamen ATP Masters 1000 yang diikutinya musim ini, ia baru mencatatkan satu kemenangan.

Shelton menilai masalah utama yang harus segera diperbaiki adalah konsistensi penampilannya dari satu turnamen ke turnamen berikutnya.

"Menurut saya secara keseluruhan masalahnya adalah performa. Saya tidak tahu seberapa besar penyebabnya adalah level permainan saya, pertandingan tertentu, situasi tertentu, atau pengambilan keputusan," ujar Shelton.

"Tetapi saya adalah seseorang yang berusaha konsisten dalam latihan, cara hidup, dan menjalani rutinitas sehari-hari."

Baca juga: Janice gandeng mantan juara, Aldila tempati unggulan kedua DC Open

Petenis kelahiran Atlanta itu mengatakan kekalahan di babak-babak awal turnamen menjadi salah satu hal yang paling mengganggunya karena ia ingin lebih sering bertahan hingga fase akhir kompetisi.

"Salah satu tujuan terbesar saya di tur adalah mencapai akhir turnamen dan menuntaskan pekan dengan memenangkan gelar. Itu adalah bagian yang sebelumnya belum terlalu saya miliki, tetapi sekarang saya semakin berkembang," kata Shelton.

"Saya pikir sebagian frustrasi datang dari kekalahan di babak awal yang menjadi semacam babak jebakan bagi saya. Mampu lebih konsisten dari pekan ke pekan dalam situasi seperti itu sangat penting."

Pada Mubadala DC Open, turnamen ATP 500 lapangan keras yang berlangsung pada 27 Juli hingga 2 Agustus, Shelton akan menghadapi petenis kualifikasi pada laga pembuka. Ia tercatat dua kali mencapai semifinal turnamen tersebut.​​​​​​​

Shelton sebelumnya mengalami kekalahan mengejutkan pada babak pertama Wimbledon dari petenis peringkat 125 dunia Otto Virtanen. Namun, ia mengaku mendapat sisi positif dari persiapan yang dilakukan setelah tersingkir lebih awal.

Ia menilai kondisi fisik akan menjadi faktor penting dalam rangkaian turnamen lapangan keras Amerika Utara karena cuaca panas dan intensitas pertandingan yang tinggi.

"Bagi saya, bisa langsung pergi ke Florida beberapa hari setelah kalah di Wimbledon, beradaptasi dengan panas, dan segera mulai berlatih adalah hal besar," ujar Shelton.

"Saya pikir kebugaran menjadi bagian besar dari periode musim ini karena cuacanya sangat panas dan kondisi bisa sangat berat. Jadi, bagus bisa memulai persiapan lebih awal."​​​​​​​

Shelton berharap dapat memanfaatkan rangkaian turnamen lapangan keras Amerika Utara untuk memperbaiki performanya pada paruh kedua musim. Sementara itu, juara bertahan Alex de Minaur menjadi unggulan pertama di Washington.

Baca juga: Sinner, Zverev, Alcaraz pimpin daftar peserta US Open 2026

Penerjemah: Arindra Meodia
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.